Beberapa jalan yang terlewati hanya sebagian kios-kios yang dapat dipublikasikan.. semoga bermanfaat bagi pembaca..
Jumat, 21 Oktober 2011
puisi untu Ibu
Puisi Untuk Ibu
Pernah aku ditegur
Katanya untuk kebaikan
Pernah aku dimarah
Katanya membaiki kelemahan
Pernah aku diminta membantu
Katanya supaya aku pandai
Ibu…..
Pernah aku merajuk
Katanya aku manja
Pernah aku melawan
Katanya aku degil
Pernah aku menangis
Katanya aku lemah
Ibu…..
Setiap kali aku tersilap
Dia hukum aku dengan nasihat
Setiap kali aku kecewa
Dia bangun di malam sepi lalu bermunajat
Setiap kali aku dalam kesakitan
Dia ubati dengan penawar dan semangat
Dan Bila aku mencapai kejayaan
Dia kata bersyukurlah pada Tuhan
Namun…..
Tidak pernah aku lihat air mata dukamu
Mengalir di pipimu
Begitu kuatnya dirimu….
Ibu….
Aku sayang padamu…..
Tuhanku….
Aku bermohon padaMu
Sejahterakanlah dia
Selamanya…..
puisi SAHABAT
TeMaN aDaLah kaKi,..
TeMaN aDaLah taNgan,…
TeMaN aDaLah maTa,..
jiKa taNgan saKit kaKi puN saKiT
taPi sahabat aDaLah haTi daN oTak,.
maKa jaGaLah haTi daN piKiraN
haTi iTu raJa,…
seDaNgkan aNggoTa tuBuh mEruPaKaN pasukanNya
jiKa raJaNya baik, mKa baiK puLa pasukaNnya
taPi jiKa raJaNya jaHaT, mKa jaHaT puLa paZukaNnya.
persahabatan adaLah saTu jaNji daLam haTi,….
tak bisa di tuLis daN taG bisa di baCa
taPi,...tak aKan teRpisah kareNa jaRak,..
tak akaN bEruBaH kareNa masa,..
tak akaN sirNa kareN aMaraH,..
sEdeTik di maTa
seLamaNya di haTi
==========================================================
Seandainya waktu dapat di arahkan, aku ingin kau kembali menemani hati perih yang selalu menunggu kedatanganmu, bulan kini tiada mempunyai bintang sama halnya denganku, tak pernah ku sangka secepat itukah kau pergi sobat, temani aku dalam mimpi agar tiada lagi kesediaan di hati walau itu tak kan mungkin tapi kukan selalu berharap...
==========================================================
Aku tak tau kenapa pagi tak muncul, kenapa mentari slalu menutupi sinarnya, shabat kau pergi dengan kebahagiaan mu tingalkan luka seutuhnya untuku, kau adalah cahaya hidupku jangan kau pergi tinggalkan semua kenangan ini
dariku…. dan hanyalah waktu yang kan menjawab semua ini untuku…!!
==========================================================
untuk sahabat maaf,,
jika waktu ku terlalu singkat untuk kulewati denganmu, tawa q trlalu sedikit untuk q bagi bersamamu, tapi terlalu sering bahumu kubasahi dengan air mata, q bebani dengan masalah-masalah ku, tak bisa kuhitung berapa kali lidahku menyayat2 hatimu, namun kau slalu memberiku nafas saat aku sulit bernafas kau beri aq sayap saat aku sulit untuk terbang,
maaf kalau semua itu hanya mampu kutebus dengan ucapan terima kasih
==========================================================
Lautku... sahabatku laksana safir biru yang terbentang luas bermandikan indahnya cahaya surya, engkau pula yang membuat hatiku berdesir seiring desiran ombak di pasir putihmu, angin timur terus menerpa kalbuku yang tak henti tuk kagumimu, ingin kunikmati setiap pesona biru ini dan walau karam, kalbuku untukmu syahdunya percikan sirip-sirip kecil
seolah ajakku turut serta dan kan kulangkahkan kaki perlahan sampai dingin airmu menyambut seluruh aku
[just for someone special]
==========================================================
Semusim kita bersama Apapun rintangan Persahabatan menjadi pegangan, Gelak tawa meniti hari, Pahit dan duka sama dikongsi, Manisnya ukhuwah yg tlah bersemi Meskipun kini kita tlah terpisah, Namun setiap cebisan kenangan terindah Seringkali berlegar di ruang minda
Setiap detik waktu bersama Kan tetap tersemat menjadi sebuah memori Yang akan dikenang sampai mati…
==========================================================
Aku tak mengerti apa yang telah terjadi, kini aku disini duduk merenung sendiri meratapi redupnya bintang dimalamku.. Aku tak mengerti mengapa harus begini kau pergi tinggalkan aku tergolek letih, semua cuma tinggal kenangan dihati sosok manis nan ayu tersisa puing2 kalbu.. Aku cuma bisa berharap akan kedatanganmu nyanyikan lagu rindu pelibur kalbu bawa mimpi indah hidup bersama..
==========================================================
Hembusan bayu lembut bertiup dereu ombak yang memukul pantai, sayu hati bila terkenangkan memori indah bersama, dengarlah lagu kuciptakan tanda ingatan tulus buat mu, moga abadi di sanubari bersemi buat selamanya, segala yang manis pasti ada pahitnya begitulah jua hidup bersama, segala yang indah jadikan hiasan segala yang buruk jadikan sempadan, masih segar di ingatan ku sentiasa kenangan menggamit rasa, tempuhi onak dan duri, itulah yang diharungi janji yang telah kita bina tetap kekal abadi, seandainya dugaan datang menerpa hingga dirimu terluka, usah ditangis hibanya karna aku bersamamu mengubat hati yang duka demi janji kita, marilah suburkan kembali hubungan dengan kejujuran, leraikan segala impian buktikan dengan keikhlasan, moga persahabatan ini mengajar arti kehidupan dalam rahmat tuhan yang esa bahagia selamanya…..
==========================================================
Kenangan takan pernah sirna meski beribu kisah datang, kenangan akan abadi tersimpan dirimu menyatu dalam darahku, mengerti setiap gundahku kau hapus dengan tawa riangmu
sobatku…. pelangi hadir warnai langkah kita meski kadang tak indah namun warnanya tak pernah pudar
==========================================================
Ketika Cinta Menghancurkan semuanya tak ada satu pun kata yang dapat Menghiasinya. Cinta Pergi Sahabat Berlalu Sungguh terlalu Terasa Sakit Namun tak terobati. Rasa Rindu Yang Tak Terungkap Hanya Lirih Dan Mungkin Sebuah Penyesalan. Mana Yang Harus Kupilih SAHABAT SEJATI Atau CINTA Yang Selama Ini Kuharapkan…?? TUHAN SATUKANLAH KAMI….. KAN KU JADIKAN DIA SAHABAT DAN CINTA SEJATI UNTUK KU SELAMANYA
==========================================================
Disini ku sendiri bertemankan sepi.... berjalan mengitari bukit menapaki kaki, , mencoba tuk mencari jati diri. . . . bersama dengan hati yang sunyi,, tak ada lagi tawa khasmu,, tiada lagi kata mutiaramu . . . hanya aku, ombak dan pasir, , yang akan jadi saksi pencarianku...
mengharapkan sesuatu yang takkan terjadi ... soelah menaruh harapan pada angan-angan , , biarkan harapanku terkubur dalam bersama asaku . . . . karna masih ada burung camar yang masih bersedia temaniku,, bahagiaku seakan telah sirnna di dera ombak yang mampu pecahkan karang.. .. ceriaku tersesat bersamaan pencarianku,, ,, tapi satu kebahagiaan yang mampu gapai... yaitu bisa mengenalmu... karna kaulah MATAHARIKU....
By. Atha....
==========================================================
Angan hidupku melayang Disaat aku mengingatmu, Banyak kata yang tak sempat kuucap
Berlalu cepat kau tinggalkan aku Tinggalkan semua cerita Yang layak kukenang Wahai sahabat ..... Kurindu canda tawamu... Namun ......... Semua itu hanyalah sejuta mimpi, Kerapuhan hatiku, terjamah sudah Saat kau kembali kepadaNya Bersama dua cahaya yang menyertaimu, Tuk slamanya hingga akhir hayatku Kau ada di hatiku ...... Sahabat.
==========================================================
Jalan. Inilah lembaran yang kita lalui: jalan tak berujung
yang kita pahat dengan jejak langkah, selamanya melangkah
seperti cinta yang tak mengenal akhir
yang tak mengenal menyerah
di situ jejakjejak menjelma taman dan tetirah.
...
Aku hanya mampu melangkah bersamamu.Lembah. Kamulah kehidupan
di mana lembah dipenuhi kuncupkuncup melati
senantiasa bersemi, tubuh wangi yang kukecup tiap pagi
embunembun berbaris di bulu matamu
mengerling sejuk ke dalam kalbu.
...
Aku hanya mampu bersyukur memandangmu.
Laut. Sungaisungai kuciptakan sungaisungai yang melambai
di bibirmu pantai segala kerinduanku bermuara
segalanya sampai
bukankah cinta itu lambang abadi?
di bibirmu sajakku menjelma cium
menjadi ombak di celahcelah lautmu yang anggun.
Aku hanya mampu memeluk gemuruhmu.
Bibir. Aku tidak tahu,
bagaimana indahnya engkau melukiskan cinta
hanya dengan sebuah lengkung sederhana di bibir
sementara ribuan kata tak sanggup kueja dan kutata
agar dapat menulisi kertas hatimu.
Aku hanya mampu merangkum senyummu dengan seulas ciuman...
==========================================================
Bulan. Bias cahaya melukis malam jadi taman. Kubayangkan kau disini di pangkuan. Memetik angin mendawaikan lagu, seirama detak jantung memperjelas rindu. Pemandangan selalu lebih indah, ketika tatap matamu bersinar di pangkuan. Mungkin kautitipkan kerling matamu pada embun.
Kukecup keningmu pada setangkai kuntum. Jarak. Aku mencintaimu, maka rindu menjadi pertemuan paling indah ketika kamu tak di sisiku. Suaramu musik yang membebaskan aku dari sepi. Gemuruh. Aku dengar ombak di kejauhan, bagai ritmis jantung berdebar memecah sunyi. Memenuhi teluk hatiku dengan gemuruh laut yang tak pernah henti. Sebab hanya rindu mampu menyempurnakan percakapan kita, yang kadang tak bisa diakhiri dengan ciuman.
Malam lebih panjang. Memikirkan kamu seorang. Di balik cerahnya bintang, kaukah mengarahkan kompas hatiku. Untuk kutemukan doamu yang kautitipkan pada langit jauh. Jejakjejakmu melindungi setiap kenangan, menciptakan bayangan yang berjaga di lensa mata. Sungguh, aku kangen kamu
==========================================================
Ribuan jalan telah kita lewati, Berbagai rintangan telah kita lalui, Penuh wewangian bunga maupun bertabur duri, Penuh suka maupun duka di hati, Semua bukanlah sekedar kenangn, Semua bukanlah sekedar renungan Saat kita dalam kebersamaan, Dalam suka maupun pengorbanan...
Namun, kita tlah tahu Kita tak selamanya bersatu, Menempuh jalan hidup yang bertabur debu, Bertabur dedaunan yang tak pernah tersapu, Saat berpisah harus menyapa, Ku tak ingin kau teteskan air mata, Ku tak ingin kau berduka, Karena hati kita kan tetap bersama
Sahabatku tercinta!! Inilah hidup Kadang kita membuka Suatu saat kita kan menutup, Sahabatku tercinta!! Ku ingin kita kembali bersama Di saat harta tak lagi berguna....
puisi Cinta
Kumpulan Puisi Cinta Terbaru 2011 - Cinta itu membuat orang menjadi buta … seakan -akan dunia ini milik mereka berdua yang sedang jatuh cinta…. Tapi itu akan berakhir dengan sendirinya.. Sama seperti lampu semakin lama semakin Redup.. Begitu lah cinta…. Cintah lah sepenuh hati untuk pasanganmu …. jangan menilai cinta itu dari bentuk atau dari luar.
Berikut ini Beberapa puisi cinta yang bisa membantu kawan-kawan menjalani hubungan dengan baik :
~ Puisi cinta karya Ibnu hazm el andalusy ~
Di Siang hari kau Isi ruang-ruang khayalku
Dan malamnya kau hadir dalam mimpi-mimpiku
Matahari ingin kau jadikan penggantimu
Tapi,mana mungkin dirimu tergantikan sesuatu
Di kejauhan bayangmu datang menziarahiku
Kita bertamu,lalu kau beranjak sisakan pilu
Duhai,kenapa tak nyatakan itu perjuampaan
Hanya bayangan-bayangan yang kauhadirkan
Diriku seolah cuma ahlul A’raaf saja
Bukan ahli surga,dan aljahiim pun tak mengakuinya
~ Cinta ~
Kata itu selalu mengiang di telingaku
Kata itu banyak di ucapkan oleh orang-orang
Kata itu pula yang banyak di senandungkan oleh para seniman
Tanpa kata itu dunia ini akan terasa hampa
Tanpa kata itu akan banyak sekali pergolakan di dunia ini
Kalau kita semua ingin dunia ini damai sentosa maka kita harus saling mencintai 1 sama lain
Marilah kita jaga dunia ini sebaik-baiknya dengan adanya cinta
Cinta itu tidak dapat dungkapkan tapi harus dilakukan
Cinta itu mempunyai banyak arti yang harus kita cari sendiri
Hidup ini harus ada rasa saling mencintai dan di cintai
~ C I N T A ~
Begitulah C I N T A
Deritanya tiada akhir…
Begitulah C I N T ANikmatnya tak kan pernah berakhir…
Deritanya tiada akhir…
Begitulah C I N T ANikmatnya tak kan pernah berakhir…
Sejuta kisah C I N T A umat manusia…
Heeech… C I N T A…
~ PUISI KANGEN ~
Kenapa ya kuharus kangen sama kamu?
Kenapa ya kuharus memikirkanmu?
Kenapa ya bayangmu haus hadir dalam benakku?
Kenapa ya ku ingin dalam pelukmu?
Kenapa ya ku ingin kau mencumbuiku?
Kenapa ya ini harus kukatakan padamu?
Kenapa kuharus kangen padamu…?
Kangen ini sedemikian menyiksa batinku…
Itulah sebagian dari puisi puisi cinta yang memang ada dalam realita kehidupan baik yang teras manis untuk diraskan maupun pahit untuk dirasakan
Itulah sebagian dari puisi puisi cinta yang memang ada dalam realita kehidupan baik yang teras manis untuk diraskan maupun pahit untuk dirasakan
PRAJURIT JAGA MALAM
Waktu jalan. Aku tidak tahu apa nasib waktu ?
Pemuda-pemuda yang lincah yang tua-tua keras,
bermata tajam
Mimpinya kemerdekaan bintang-bintangnya
kepastian
ada di sisiku selama menjaga daerah mati ini
Aku suka pada mereka yang berani hidup
Aku suka pada mereka yang masuk menemu malam
Malam yang berwangi mimpi, terlucut debu......
Waktu jalan. Aku tidak tahu apa nasib waktu !
(1948)
Siasat,
Th III, No. 96
1949
MALAM
Mulai kelam
belum buntu malam
kami masih berjaga
--Thermopylae?-
- jagal tidak dikenal ? -
tapi nanti
sebelum siang membentang
kami sudah tenggelam hilang
Zaman Baru,
No. 11-12
20-30 Agustus 1957
KRAWANG-BEKASI
Kami yang kini terbaring antara Krawang-Bekasi
tidak bisa teriak "Merdeka" dan angkat senjata lagi.
Tapi siapakah yang tidak lagi mendengar deru kami,
terbayang kami maju dan mendegap hati ?
Kami bicara padamu dalam hening di malam sepi
Jika dada rasa hampa dan jam dinding yang berdetak
Kami mati muda. Yang tinggal tulang diliputi debu.
Kenang, kenanglah kami.
Kami sudah coba apa yang kami bisa
Tapi kerja belum selesai, belum bisa memperhitungkan arti 4-5 ribu nyawa
Kami cuma tulang-tulang berserakan
Tapi adalah kepunyaanmu
Kaulah lagi yang tentukan nilai tulang-tulang berserakan
Atau jiwa kami melayang untuk kemerdekaan kemenangan dan harapan
atau tidak untuk apa-apa,
Kami tidak tahu, kami tidak lagi bisa berkata
Kaulah sekarang yang berkata
Kami bicara padamu dalam hening di malam sepi
Jika ada rasa hampa dan jam dinding yang berdetak
Kenang, kenanglah kami
Teruskan, teruskan jiwa kami
Menjaga Bung Karno
menjaga Bung Hatta
menjaga Bung Sjahrir
Kami sekarang mayat
Berikan kami arti
Berjagalah terus di garis batas pernyataan dan impian
Kenang, kenanglah kami
yang tinggal tulang-tulang diliputi debu
Beribu kami terbaring antara Krawang-Bekasi
(1948)
Brawidjaja,
Jilid 7, No 16,
1957
DIPONEGORO
Di masa pembangunan ini
tuan hidup kembali
Dan bara kagum menjadi api
Di depan sekali tuan menanti
Tak gentar. Lawan banyaknya seratus kali.
Pedang di kanan, keris di kiri
Berselempang semangat yang tak bisa mati.
MAJU
Ini barisan tak bergenderang-berpalu
Kepercayaan tanda menyerbu.
Sekali berarti
Sudah itu mati.
MAJU
Bagimu Negeri
Menyediakan api.
Punah di atas menghamba
Binasa di atas ditindas
Sesungguhnya jalan ajal baru tercapai
Jika hidup harus merasai
Maju
Serbu
Serang
Terjang
(Februari 1943)
Budaya,
Th III, No. 8
Agustus 1954
PERSETUJUAN DENGAN BUNG KARNO
Ayo ! Bung Karno kasi tangan mari kita bikin janji
Aku sudah cukup lama dengan bicaramu
dipanggang diatas apimu, digarami lautmu
Dari mulai tgl. 17 Agustus 1945
Aku melangkah ke depan berada rapat di sisimu
Aku sekarang api aku sekarang laut
Bung Karno ! Kau dan aku satu zat satu urat
Di zatmu di zatku kapal-kapal kita berlayar
Di uratmu di uratku kapal-kapal kita bertolak & berlabuh
(1948)
Liberty,
Jilid 7, No 297,
1954
Waktu jalan. Aku tidak tahu apa nasib waktu ?
Pemuda-pemuda yang lincah yang tua-tua keras,
bermata tajam
Mimpinya kemerdekaan bintang-bintangnya
kepastian
ada di sisiku selama menjaga daerah mati ini
Aku suka pada mereka yang berani hidup
Aku suka pada mereka yang masuk menemu malam
Malam yang berwangi mimpi, terlucut debu......
Waktu jalan. Aku tidak tahu apa nasib waktu !
(1948)
Siasat,
Th III, No. 96
1949
MALAM
Mulai kelam
belum buntu malam
kami masih berjaga
--Thermopylae?-
- jagal tidak dikenal ? -
tapi nanti
sebelum siang membentang
kami sudah tenggelam hilang
Zaman Baru,
No. 11-12
20-30 Agustus 1957
KRAWANG-BEKASI
Kami yang kini terbaring antara Krawang-Bekasi
tidak bisa teriak "Merdeka" dan angkat senjata lagi.
Tapi siapakah yang tidak lagi mendengar deru kami,
terbayang kami maju dan mendegap hati ?
Kami bicara padamu dalam hening di malam sepi
Jika dada rasa hampa dan jam dinding yang berdetak
Kami mati muda. Yang tinggal tulang diliputi debu.
Kenang, kenanglah kami.
Kami sudah coba apa yang kami bisa
Tapi kerja belum selesai, belum bisa memperhitungkan arti 4-5 ribu nyawa
Kami cuma tulang-tulang berserakan
Tapi adalah kepunyaanmu
Kaulah lagi yang tentukan nilai tulang-tulang berserakan
Atau jiwa kami melayang untuk kemerdekaan kemenangan dan harapan
atau tidak untuk apa-apa,
Kami tidak tahu, kami tidak lagi bisa berkata
Kaulah sekarang yang berkata
Kami bicara padamu dalam hening di malam sepi
Jika ada rasa hampa dan jam dinding yang berdetak
Kenang, kenanglah kami
Teruskan, teruskan jiwa kami
Menjaga Bung Karno
menjaga Bung Hatta
menjaga Bung Sjahrir
Kami sekarang mayat
Berikan kami arti
Berjagalah terus di garis batas pernyataan dan impian
Kenang, kenanglah kami
yang tinggal tulang-tulang diliputi debu
Beribu kami terbaring antara Krawang-Bekasi
(1948)
Brawidjaja,
Jilid 7, No 16,
1957
DIPONEGORO
Di masa pembangunan ini
tuan hidup kembali
Dan bara kagum menjadi api
Di depan sekali tuan menanti
Tak gentar. Lawan banyaknya seratus kali.
Pedang di kanan, keris di kiri
Berselempang semangat yang tak bisa mati.
MAJU
Ini barisan tak bergenderang-berpalu
Kepercayaan tanda menyerbu.
Sekali berarti
Sudah itu mati.
MAJU
Bagimu Negeri
Menyediakan api.
Punah di atas menghamba
Binasa di atas ditindas
Sesungguhnya jalan ajal baru tercapai
Jika hidup harus merasai
Maju
Serbu
Serang
Terjang
(Februari 1943)
Budaya,
Th III, No. 8
Agustus 1954
PERSETUJUAN DENGAN BUNG KARNO
Ayo ! Bung Karno kasi tangan mari kita bikin janji
Aku sudah cukup lama dengan bicaramu
dipanggang diatas apimu, digarami lautmu
Dari mulai tgl. 17 Agustus 1945
Aku melangkah ke depan berada rapat di sisimu
Aku sekarang api aku sekarang laut
Bung Karno ! Kau dan aku satu zat satu urat
Di zatmu di zatku kapal-kapal kita berlayar
Di uratmu di uratku kapal-kapal kita bertolak & berlabuh
(1948)
Liberty,
Jilid 7, No 297,
1954
Thursday, April 03, 2003
Posted 6:01 AM by camar
AKU
Kalau sampai waktuku
'Ku mau tak seorang kan merayu
Tidak juga kau
Tak perlu sedu sedan itu
Aku ini binatang jalang
Dari kumpulannya terbuang
Biar peluru menembus kulitku
Aku tetap meradang menerjang
Luka dan bisa kubawa berlari
Berlari
Hingga hilang pedih peri
Dan aku akan lebih tidak perduli
Aku mau hidup seribu tahun lagi
Maret 1943
AKU
Kalau sampai waktuku
'Ku mau tak seorang kan merayu
Tidak juga kau
Tak perlu sedu sedan itu
Aku ini binatang jalang
Dari kumpulannya terbuang
Biar peluru menembus kulitku
Aku tetap meradang menerjang
Luka dan bisa kubawa berlari
Berlari
Hingga hilang pedih peri
Dan aku akan lebih tidak perduli
Aku mau hidup seribu tahun lagi
Maret 1943
Posted 6:01 AM by camar
PENERIMAAN
Kalau kau mau kuterima kau kembali
Dengan sepenuh hati
Aku masih tetap sendiri
Kutahu kau bukan yang dulu lagi
Bak kembang sari sudah terbagi
Jangan tunduk! Tentang aku dengan berani
Kalau kau mau kuterima kembali
Untukku sendiri tapi
Sedang dengan cermin aku enggan berbagi.
Maret 1943
PENERIMAAN
Kalau kau mau kuterima kau kembali
Dengan sepenuh hati
Aku masih tetap sendiri
Kutahu kau bukan yang dulu lagi
Bak kembang sari sudah terbagi
Jangan tunduk! Tentang aku dengan berani
Kalau kau mau kuterima kembali
Untukku sendiri tapi
Sedang dengan cermin aku enggan berbagi.
Maret 1943
Posted 5:59 AM by camar
HAMPA
kepada sri
Sepi di luar. Sepi menekan mendesak.
Lurus kaku pohonan. Tak bergerak
Sampai ke puncak. Sepi memagut,
Tak satu kuasa melepas-renggut
Segala menanti. Menanti. Menanti.
Sepi.
Tambah ini menanti jadi mencekik
Memberat-mencekung punda
Sampai binasa segala. Belum apa-apa
Udara bertuba. Setan bertempik
Ini sepi terus ada. Dan menanti.
HAMPA
kepada sri
Sepi di luar. Sepi menekan mendesak.
Lurus kaku pohonan. Tak bergerak
Sampai ke puncak. Sepi memagut,
Tak satu kuasa melepas-renggut
Segala menanti. Menanti. Menanti.
Sepi.
Tambah ini menanti jadi mencekik
Memberat-mencekung punda
Sampai binasa segala. Belum apa-apa
Udara bertuba. Setan bertempik
Ini sepi terus ada. Dan menanti.
Posted 5:59 AM by camar
DOA
kepada pemeluk teguh
Tuhanku
Dalam termangu
Aku masih menyebut namamu
Biar susah sungguh
mengingat Kau penuh seluruh
cayaMu panas suci
tinggal kerdip lilin di kelam sunyi
Tuhanku
aku hilang bentuk
remuk
Tuhanku
aku mengembara di negeri asing
Tuhanku
di pintuMu aku mengetuk
aku tidak bisa berpaling
13 November 1943
DOA
kepada pemeluk teguh
Tuhanku
Dalam termangu
Aku masih menyebut namamu
Biar susah sungguh
mengingat Kau penuh seluruh
cayaMu panas suci
tinggal kerdip lilin di kelam sunyi
Tuhanku
aku hilang bentuk
remuk
Tuhanku
aku mengembara di negeri asing
Tuhanku
di pintuMu aku mengetuk
aku tidak bisa berpaling
13 November 1943
Posted 5:58 AM by camar
SAJAK PUTIH
Bersandar pada tari warna pelangi
Kau depanku bertudung sutra senja
Di hitam matamu kembang mawar dan melati
Harum rambutmu mengalun bergelut senda
Sepi menyanyi, malam dalam mendoa tiba
Meriak muka air kolam jiwa
Dan dalam dadaku memerdu lagu
Menarik menari seluruh aku
Hidup dari hidupku, pintu terbuka
Selama matamu bagiku menengadah
Selama kau darah mengalir dari luka
Antara kita Mati datang tidak membelah...
SAJAK PUTIH
Bersandar pada tari warna pelangi
Kau depanku bertudung sutra senja
Di hitam matamu kembang mawar dan melati
Harum rambutmu mengalun bergelut senda
Sepi menyanyi, malam dalam mendoa tiba
Meriak muka air kolam jiwa
Dan dalam dadaku memerdu lagu
Menarik menari seluruh aku
Hidup dari hidupku, pintu terbuka
Selama matamu bagiku menengadah
Selama kau darah mengalir dari luka
Antara kita Mati datang tidak membelah...
Posted 5:58 AM by camar
SENJA DI PELABUHAN KECIL
buat: Sri Ajati
Ini kali tidak ada yang mencari cinta
di antara gudang, rumah tua, pada cerita
tiang serta temali. Kapal, perahu tiada berlaut
menghembus diri dalam mempercaya mau berpaut
Gerimis mempercepat kelam. Ada juga kelepak elang
menyinggung muram, desir hari lari berenang
menemu bujuk pangkal akanan. Tidak bergerak
dan kini tanah dan air tidur hilang ombak.
Tiada lagi. Aku sendiri. Berjalan
menyisir semenanjung, masih pengap harap
sekali tiba di ujung dan sekalian selamat jalan
dari pantai keempat, sedu penghabisan bisa terdekap
1946
SENJA DI PELABUHAN KECIL
buat: Sri Ajati
Ini kali tidak ada yang mencari cinta
di antara gudang, rumah tua, pada cerita
tiang serta temali. Kapal, perahu tiada berlaut
menghembus diri dalam mempercaya mau berpaut
Gerimis mempercepat kelam. Ada juga kelepak elang
menyinggung muram, desir hari lari berenang
menemu bujuk pangkal akanan. Tidak bergerak
dan kini tanah dan air tidur hilang ombak.
Tiada lagi. Aku sendiri. Berjalan
menyisir semenanjung, masih pengap harap
sekali tiba di ujung dan sekalian selamat jalan
dari pantai keempat, sedu penghabisan bisa terdekap
1946
Posted 5:58 AM by camar
CINTAKU JAUH DI PULAU
Cintaku jauh di pulau,
gadis manis, sekarang iseng sendiri
Perahu melancar, bulan memancar,
di leher kukalungkan ole-ole buat si pacar.
angin membantu, laut terang, tapi terasa
aku tidak 'kan sampai padanya.
Di air yang tenang, di angin mendayu,
di perasaan penghabisan segala melaju
Ajal bertakhta, sambil berkata:
"Tujukan perahu ke pangkuanku saja,"
Amboi! Jalan sudah bertahun ku tempuh!
Perahu yang bersama 'kan merapuh!
Mengapa Ajal memanggil dulu
Sebelum sempat berpeluk dengan cintaku?!
Manisku jauh di pulau,
kalau 'ku mati, dia mati iseng sendiri.
1946
CINTAKU JAUH DI PULAU
Cintaku jauh di pulau,
gadis manis, sekarang iseng sendiri
Perahu melancar, bulan memancar,
di leher kukalungkan ole-ole buat si pacar.
angin membantu, laut terang, tapi terasa
aku tidak 'kan sampai padanya.
Di air yang tenang, di angin mendayu,
di perasaan penghabisan segala melaju
Ajal bertakhta, sambil berkata:
"Tujukan perahu ke pangkuanku saja,"
Amboi! Jalan sudah bertahun ku tempuh!
Perahu yang bersama 'kan merapuh!
Mengapa Ajal memanggil dulu
Sebelum sempat berpeluk dengan cintaku?!
Manisku jauh di pulau,
kalau 'ku mati, dia mati iseng sendiri.
1946
Posted 5:57 AM by camar
MALAM DI PEGUNUNGAN
Aku berpikir: Bulan inikah yang membikin dingin,
Jadi pucat rumah dan kaku pohonan?
Sekali ini aku terlalu sangat dapat jawab kepingin:
Eh, ada bocah cilik main kejaran dengan bayangan!
1947
MALAM DI PEGUNUNGAN
Aku berpikir: Bulan inikah yang membikin dingin,
Jadi pucat rumah dan kaku pohonan?
Sekali ini aku terlalu sangat dapat jawab kepingin:
Eh, ada bocah cilik main kejaran dengan bayangan!
1947
Posted 5:57 AM by camar
YANG TERAMPAS DAN YANG PUTUS
kelam dan angin lalu mempesiang diriku,
menggigir juga ruang di mana dia yang kuingin,
malam tambah merasuk, rimba jadi semati tugu
di Karet, di Karet (daerahku y.a.d) sampai juga deru dingin
aku berbenah dalam kamar, dalam diriku jika kau datang
dan aku bisa lagi lepaskan kisah baru padamu;
tapi kini hanya tangan yang bergerak lantang
tubuhku diam dan sendiri, cerita dan peristiwa berlalu beku
1949
YANG TERAMPAS DAN YANG PUTUS
kelam dan angin lalu mempesiang diriku,
menggigir juga ruang di mana dia yang kuingin,
malam tambah merasuk, rimba jadi semati tugu
di Karet, di Karet (daerahku y.a.d) sampai juga deru dingin
aku berbenah dalam kamar, dalam diriku jika kau datang
dan aku bisa lagi lepaskan kisah baru padamu;
tapi kini hanya tangan yang bergerak lantang
tubuhku diam dan sendiri, cerita dan peristiwa berlalu beku
1949
Posted 5:53 AM by camar
DERAI DERAI CEMARA
cemara menderai sampai jauh
terasa hari akan jadi malam
ada beberapa dahan di tingkap merapuh
dipukul angin yang terpendam
aku sekarang orangnya bisa tahan
sudah berapa waktu bukan kanak lagi
tapi dulu memang ada suatu bahan
yang bukan dasar perhitungan kini
hidup hanya menunda kekalahan
tambah terasing dari cinta sekolah rendah
dan tahu, ada yang tetap tidak terucapkan
sebelum pada akhirnya kita menyerah
1949
DERAI DERAI CEMARA
cemara menderai sampai jauh
terasa hari akan jadi malam
ada beberapa dahan di tingkap merapuh
dipukul angin yang terpendam
aku sekarang orangnya bisa tahan
sudah berapa waktu bukan kanak lagi
tapi dulu memang ada suatu bahan
yang bukan dasar perhitungan kini
hidup hanya menunda kekalahan
tambah terasing dari cinta sekolah rendah
dan tahu, ada yang tetap tidak terucapkan
sebelum pada akhirnya kita menyerah
1949
Langganan:
Postingan (Atom)