Kamis, 06 September 2012

PUISI SEDIH


PUISI SEDIH ULFA


Tak pernah ia menginginkannya..
terlahir dalam keluarga sesederhana itu..
tak pernah ia merasakannya..
gedung-gedung tinggi berlantai kaca itu..
tak pernah ia impikan..
gubuk tua yang beralaskan tanah..

tidur beralaskan kasur roti..
dingin menusuk hingga ke tulang..
sesekali rembulan menyapa di balik atap..
sesekali pula air hujan berkunjung di rumahnya..

tetes keringat ayah jatuh ke tanah..
berbekal do’a yang dititipkan Bunda..
melebur menjadi satu dengannya..
sesuap nasi terbayang di benaknya..
canda kecil buah hati membisik..
air mata menetes kering..
meratapi nasib dunia ini..

semangat terus dikantonginya..
tetap berjuang agar asap dapur tetap mengepul..
agar perut kecil itu tetap terisi..
agar nafas tak hilang..
agar masa depan nan cerah..

Selasa, 04 September 2012

Ntahlah..


karya : Nur Ulfah Dwiyanti Obed



Ntahlah..
Tak dapat kudefenisikan dirimu menjadi lebih sederhana..
Kau selalu saja berperan dalam muka dua..
Bagai sinetron yang bergonta-ganti peran..
Yahh memang kau bak artis yang memainkan sebuah drama..

Rabu, 08 Agustus 2012

PUISI: DEFINISI DAN UNSUR-UNSURNYA PUISI: DEFINISI DAN UNSUR-UNSURNYA



1. Pengertian
Secara etimologis, kata puisi dalam bahasa Yunani berasal dari poesis yang artinya berati penciptaan. Dalam bahasa Inggris, padanan kata puisi ini adalahpoetry yang erat dengan –poet dan -poem. Mengenai kata poet, Coulter (dalam Tarigan, 1986:4) menjelaskan bahwa kata poet berasal dari Yunani yang berarti membuat atau mencipta. Dalam bahasa Yunani sendiri, kata poet berarti orang yang mencipta melalui imajinasinya, orang yang hampir-hampir menyerupai dewa atau yang amat suka kepada dewa-dewa. Dia adalah orang yang berpenglihatan tajam, orang suci, yang sekaligus merupakan filsuf, negarawan, guru, orang yang dapat menebak kebenaran yang tersembunyi.
Shahnon Ahmad (dalam Pradopo, 1993:6) mengumpulkan definisi puisi yang pada umumnya dikemukakan oleh para penyair romantik Inggris sebagai berikut.
(1)   Samuel Taylor Coleridge mengemukakan puisi itu adalah kata-kata yang terindah dalam susunan terindah. Penyair memilih kata-kata yang setepatnya dan disusun secara sebaik-baiknya, misalnya seimbang, simetris, antara satu unsur dengan unsur lain sangat erat berhubungannya, dan sebagainya.
(2)   Carlyle mengatakan bahwa puisi merupakan pemikiran yang bersifat musikal. Penyair menciptakan puisi itu memikirkan bunyi-bunyi yang merdu seperti musik dalam puisinya, kata-kata disusun begitu rupa hingga yang menonjol adalah rangkaian bunyinya yang merdu seperti musik, yaitu dengan mempergunakan orkestra bunyi.
(3)   Wordsworth mempunyai gagasan bahwa puisi adalah pernyataan perasaan yang imajinatif, yaitu perasaan yang direkakan atau diangankan. Adapun Auden mengemukakan bahwa puisi itu lebih merupakan pernyataan perasaan yang bercampur-baur.
(4)   Dunton berpendapat bahwa sebenarnya puisi itu merupakan pemikiran manusia secara konkret dan artistik dalam bahasa emosional serta berirama. Misalnya, dengan kiasan, dengan citra-citra, dan disusun secara artistik (misalnya selaras, simetris, pemilihan kata-katanya tepat, dan sebagainya), dan bahasanya penuh perasaan, serta berirama seperti musik (pergantian bunyi kata-katanya berturu-turut secara teratur).
(5)   Shelley mengemukakan bahwa puisi adalah rekaman detik-detik yang paling indah dalam hidup. Misalnya saja peristiwa-peristiwa yang sangat mengesankan dan menimbulkan keharuan yang kuat seperti kebahagiaan, kegembiraan yang memuncak, percintaan, bahkan kesedihan karena kematian orang yang sangat dicintai. Semuanya merupakan detik-detik yang paling indah untuk direkam.
Dari definisi-definisi di atas memang seolah terdapat perbedaan pemikiran, namun tetap terdapat benang merah. Shahnon Ahmad (dalam Pradopo, 1993:7) menyimpulkan bahwa pengertian puisi di atas terdapat garis-garis besar tentang puisi itu sebenarnya. Unsur-unsur itu berupa emosi, imajinas, pemikiran, ide, nada, irama, kesan pancaindera, susunan kata, kata kiasan, kepadatan, dan perasaan yang bercampur-baur.

2. Unsur-unsur Puisi
Berikut ini merupakan beberapa pendapat mengenai unsur-unsur puisi.
(1)   Richards (dalam Tarigan, 1986) mengatakan bahwa unsur puisi terdiri dari (1) hakikat puisi yang melipuiti tema (sense), rasa (feeling), amanat (intention), nada (tone), serta (2) metode puisi yang meliputi diksi, imajeri, kata nyata, majas, ritme, dan rima.
(2)   Waluyo (1987) yang mengatakan bahwa dalam puisi terdapat struktur fisik atau yang disebut pula sebagai struktur kebahasaan dan struktur batin puisi yang berupa ungkapan batin pengarang.
(3)   Altenberg dan Lewis (dalam Badrun, 1989:6), meskipun tidak menyatakan secara jelas tentang unsur-unsur puisi, namun dari outline buku mereka bisa dilihat adanya (1) sifat puisi, (2) bahasa puisi: diksi, imajeri, bahasa kiasan, sarana retorika, (3) bentuk: nilai bunyi, verifikasi, bentuk, dan makna, (4) isi: narasi, emosi, dan tema.
(4)   Dick Hartoko (dalam Waluyo, 1987:27) menyebut adanya unsur penting dalam puisi, yaitu unsur tematik atau unsur semantik puisi dan unsur sintaksis puisi. Unsur tematik puisi lebih menunjuk ke arah struktur batin puisi, unsur sintaksis menunjuk ke arah struktur fisik puisi.
(5)   Meyer menyebutkan unsur puisi meliputi (1) diksi, (2) imajeri, (3) bahasa kiasan, (4) simbol, (5) bunyi, (6) ritme, (7) bentuk (Badrun, 1989:6).
Dari beberapa pendapat di atas, dapat disimpulkan bahwa unsur-unsur puisi meliputi (1) tema, (2) nada, (3) rasa, (4) amanat, (5) diksi, (6) imaji, (7) bahasa figuratif, (8) kata konkret, (9) ritme dan rima. Unsur-unsur puisi ini, menurut pendapat Richards dan Waluyo dapat dipilah menjadi dua struktur, yaitu struktur batin puisi (tema, nada, rasa, dan amanat) dan struktur fisik puisi (diksi, imajeri, bahasa figuratif, kata konkret, ritme, dan rima). Djojosuroto (2004:35) menggambarkan sebagai berikut.
Gambar 1. Puisi sebagai struktur
Berdasarkan pendapat Richards, Siswanto dan Roekhan (1991:55-65) menjelaskan unsur-unsur puisi sebagai berikut.

2.1 Struktur Fisik Puisi
Adapun struktur fisik puisi dijelaskan sebagai berikut.
(1)   Perwajahan puisi (tipografi), yaitu bentuk puisi seperti halaman yang tidak dipenuhi kata-kata, tepi kanan-kiri, pengaturan barisnya, hingga baris puisi yang tidak selalu dimulai dengan huruf kapital dan diakhiri dengan tanda titik. Hal-hal tersebut sangat menentukan pemaknaan terhadap puisi.
(2)   Diksi, yaitu pemilihan kata-kata yang dilakukan oleh penyair dalam puisinya. Karena puisi adalah bentuk karya sastra yang sedikit kata-kata dapat mengungkapkan banyak hal, maka kata-katanya harus dipilih secermat mungkin. Pemilihan kata-kata dalam puisi erat kaitannya dengan makna, keselarasan bunyi, dan urutan kata. Geoffrey (dalam Waluyo, 19987:68-69) menjelaskan bahwa bahasa puisi mengalami 9 (sembilan) aspek penyimpangan, yaitu penyimpangan leksikal, penyimpangan semantis, penyimpangan fonologis, penyimpangan sintaksis, penggunaan dialek, penggunaan register (ragam bahasa tertentu oleh kelompok/profesi tertentu), penyimpangan historis (penggunaan kata-kata kuno), dan penyimpangan grafologis (penggunaan kapital hingga titik)
(3)   Imaji, yaitu kata atau susunan kata-kata yang dapat mengungkapkan pengalaman indrawi, seperti penglihatan, pendengaran, dan perasaan. Imaji dapat dibagi menjadi tiga, yaitu imaji suara (auditif), imaji penglihatan (visual), dan imaji raba atau sentuh (imaji taktil). Imaji dapat mengakibatkan pembaca seakan-akan melihat, medengar, dan merasakan seperti apa yang dialami penyair.
(4)   Kata kongkret, yaitu kata yang dapat ditangkap dengan indera yang memungkinkan munculnya imaji. Kata-kata ini berhubungan dengan kiasan atau lambang. Misal kata kongkret “salju: melambangkan kebekuan cinta, kehampaan hidup, dll., sedangkan kata kongkret “rawa-rawa” dapat melambangkan tempat kotor, tempat hidup, bumi, kehidupan, dll.
(5)   Bahasa figuratif, yaitu bahasa berkias yang dapat menghidupkan/meningkatkan efek dan menimbulkan konotasi tertentu (Soedjito, 1986:128). Bahasa figuratif menyebabkan puisi menjadi prismatis, artinya memancarkan banyak makna atau kaya akan makna (Waluyo, 1987:83). Bahasa figuratif disebut juga majas. Adapaun macam-amcam majas antara lain metafora, simile, personifikasi, litotes, ironi, sinekdoke, eufemisme, repetisi, anafora, pleonasme, antitesis, alusio, klimaks, antiklimaks, satire, pars pro toto, totem pro parte, hingga paradoks.
(6)   Versifikasi, yaitu menyangkut rima, ritme, dan metrum. Rima adalah persamaan bunyi pada puisi, baik di awal, tengah, dan akhir baris puisi. Rima mencakup (1) onomatope (tiruan terhadap bunyi, misal /ng/ yang memberikan efek magis pada puisi Sutadji C.B.), (2) bentuk intern pola bunyi (aliterasi, asonansi, persamaan akhir, persamaan awal, sajak berselang, sajak berparuh, sajak penuh, repetisi bunyi [kata], dan sebagainya [Waluyo, 187:92]), dan (3) pengulangan kata/ungkapan. Ritma merupakan tinggi rendah, panjang pendek, keras lemahnya bunyi. Ritma sangat menonjol dalam pembacaan puisi.

2.2 Struktur Batin Puisi
Adapun struktur batin puisi akan dijelaskan sebagai berikut.
(1)   Tema/makna (sense); media puisi adalah bahasa. Tataran bahasa adalah hubungan tanda dengan makna, maka puisi harus bermakna, baik makna tiap kata, baris, bait, maupun makna keseluruhan.
(2)   Rasa (feeling), yaitu sikap penyair terhadap pokok permasalahan yang terdapat dalam puisinya. Pengungkapan tema dan rasa erat kaitannya dengan latar belakang sosial dan psikologi penyair, misalnya latar belakang pendidikan, agama, jenis kelamin, kelas sosial, kedudukan dalam masyarakat, usia, pengalaman sosiologis dan psikologis, dan pengetahuan. Kedalaman pengungkapan tema dan ketepatan dalam menyikapi suatu masalah tidak bergantung pada kemampuan penyairmemilih kata-kata, rima, gaya bahasa, dan bentuk puisi saja, tetapi lebih banyak bergantung pada wawasan, pengetahuan, pengalaman, dan kepribadian yang terbentuk oleh latar belakang sosiologis dan psikologisnya.
(3)   Nada (tone), yaitu sikap penyair terhadap pembacanya. Nada juga berhubungan dengan tema dan rasa. Penyair dapat menyampaikan tema dengan nada menggurui, mendikte, bekerja sama dengan pembaca untuk memecahkan masalah, menyerahkan masalah begitu saja kepada pembaca, dengan nada sombong, menganggap bodoh dan rendah pembaca, dll.
(4)   Amanat/tujuan/maksud (itention); sadar maupun tidak, ada tujuan yang mendorong penyair menciptakan puisi. Tujuan tersebut bisa dicari  sebelum penyair menciptakan puisi, maupun dapat ditemui dalam puisinya.

Di POSkan oleh  Ulysses Ronquillo

Jumat, 20 April 2012

Daftar Tarif Layanan Badan Layanan Umum Universitas Hasanuddin


By dradm11 - Posted on 21 March 2012
Daftar Tarif Layanan Badan Layanan Umum Universitas Hasanuddin
pada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan,
berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 13/PMK.05/2012,
tanggal 30 Januari 2012 dalam Berita Negara Republik Indonesia No.126, 2012.
 
Pendaftaran
  1. Jalur Non Subsidi (JNS) dan Jalur Pembinaan Olahraga, Seni, dan Keilmuan (POSK) (S-1) per calon mahasiswa Rp 200.000
  2. Program Reguler Magister (S-2) per calon mahasiswa Rp 350.000.
  3. Program Non Reguler Magister (S-2) per calon mahasiswa Rp 600.000.
  4. Program Reguler Doktor (S-3) per calon mahasiswa Rp 600.000
  5. Program Pendidikan Dokter Gigi Spesialis per calon mahasiswa Rp 600.000
  6. Program Profesi Akuntan dan Program Profesi Apoteker per calon mahasiswa Rp 200.000
  7. Warga Negara Asing per calon mahasiswa Rp 1.665.000
 
Registrasi
  1. Mahasiswa Baru (S-1) per mahasiswa Rp 350.000
  2. Mahasiswa Program Profesi Akuntansi dan Program Profesi Apoteker Rp 200.000
  3. Mahasiswa Program Pascasarjana
    1. Magister Reguler (per mahasiswa per semester)
      1. Angkatan 2004 s.d.2005 s.d. 2005/2006 Rp 100.000
      2. Angkatan 2006/2007 Rp 150.000
      3. Angkatan 2007/2008 s.d. 2009/2010 Rp 150.000
      4. Angkatan 2010/2011 dstnya Rp 150.000
    2. Magister Non Reguler
      1. Angkatan 2006/2007 Rp 150.000
      2. Angkatan 2007/2008 s.d. 2009/2010 Rp 200.000
      3. Angkatan 2010/2011 dstnya Rp 200.000
    3. Doktor
      1. Angkatan 2004 s.d.2005 s.d. 2005/2006 Rp 100.000
      2. Angkatan 2006/2007 Rp 150.000
      3. Angkatan 2007/2008 s.d. 2009/2010 Rp 150.000
      4. Angkatan 2010/2011 dstnya Rp 150.000
 
Basic Study Skill
Mahasiswa Baru S-1 per mahasiswa Rp 125.000
 
Pembinaan Kemahasiswaan
Mahasiswa Baru S-1 per mahasiswa Rp 350.000
 
Matrikulasi (per mahasiswa)
  • Program Reguler Magister (S-2) Rp 750.000
  • Program Non Reguler Magister (S-2) Rp 750.000
 
Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP)
(per mahasiswa/semester)
  1. Program Sarjana/Profesi
    1. Bidang Ilmu Sosial (Fakultas Ekonomi, Hukum, Isipol, dan Sastra)
      1. Angkatan 2005/2006 s.d. 2007/2008 Rp 600.000
      2. Mahasiswa dari jalur penerimaan JPPB/POSK/ANMPTN Angkatan 2008/2009 dstnya Rp 600.000
      3. Mahasiswa dari Jalur Non Subsidi angkatan 2008/2009 dstnya Rp 1.200.000
      4. Mahasiswa Jalur Susulan Angkatan 2008/2009 Rp 2.000.000
    2. Bidang Ilmu Eksakta
      1. Mahasiswa Profesi Fakultas Kedokteran, MIPA, dan Kedokteran Gigi:
        1. Angkatan 1997/1998 s.d. 1998/1999 Rp 180.000
        2. Angkatan 1999/2000 s.d. 2001/2002 Rp 360.000
      2. Mahasiswa Fakultas Kedokteran, Teknik, MIPA, Peternakan, Kedokteran Gigi, Kesehatan Masyarakat, Ilmu Kelautan dan Perikanan, Kehutanan, dan Farmasi:
        1. Angkatan 2002/2003 Rp 500.000
        2. Angkatan 2003/2004 s.d. 2007/2008 Rp 750.000
        3. Angkatan 2008/2009 dstnya dari Jalur JPPB/ POSK/ UMB/SNMPTN Rp 750.000
        4. Angkatan 2008/2009 dstnya dari Jalur Non Subsidi Rp 1.500.000
        5. Angkatan 2008/2009 dstnya dari Jalur Susulan Rp 2.500.000
      3. Jalur Non Subsidi Kelas Internasional Kedokteran angkatan 2009/2010 dstnya Rp 3.000.000
  2. Warganegara Asing untuk Semua Fakultas (per mahasiswa/ semester)
    1. Angkatan 2004/2005 Rp 16.187.500
    2. Angkatan 2005/2006 Rp 18.500.000
    3. Angkatan 2006/2007 dstnya Rp 27.750.000
  3. Program Profesi Apoteker (PPA) (per mahasiswa/semester)
    1. Program Pendidikan Apoteker Rp 1.500.000
    2. Program Kerjasama Dalam Negeri Rp 2.500.000
  4. Program Profesi Akuntan per mahasiswa/semester Rp 1.000.000
  5. Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) per mahasiswa per semester:
    1. Anestesiologi Rp 5.000.000
    2. Ilmu Bedah Umum Rp 10.000.000
    3. Ilmu Bedah Orthopedi & Traumatologi Rp 10.000.000
    4. Ilmu Bedah Anak Rp 10.000.000
    5. Kardiologi dan Kedokteran Vasculer Rp 10.000.000
    6. Ilmu Kedokteran Jiwa Rp 5.000.000
    7. Ilmu Kesehatan Anak Rp 10.000.000
    8. Ilmu Kesehatan Kulit & Kelamin Rp 5.000.000
    9. Ilmu Kesehatan Mata Rp 10.000.000
    10. Ilmu Kesehatan THT-KL Rp 10.000.000
    11. Obstetri dan Ginekologi Rp 10.000.000
    12. Ilmu Penyakit Dalam Rp 10.000.000
    13. Ilmu Penyakit Syaraf Rp 5.000.000
    14. Patologi Klinik Rp 10.000.000
    15. Patologi Anatomi Rp 5.000.000
    16. Kedokteran Forensik Rp 5.000.000
    17. Radiologi Rp 5.000.000
  6. Program Pascasarjana
    1. Magister Reguler (per mahasiswa/mahasiswa)
      1. Angkatan 2004/2005 s.d. 2006/2007 Rp 2.500.000
      2. Angkatan 2007/2008 s.d. 2010/2011 dstnya Rp 4.000.000
    2. Magister Non Reguler (per mahasiswa/semester)
      1. Angkatan 2006/2007 Rp 4.000.000
      2. Angkatan 2007/2008 s.d. 2010/2011 dtsnya Rp 6.000.000
    3. Doktor (per mahasiswa/semester)
      1. Angkatan 2004/2005 s.d. 2006/2007 Rp 3.500.000
      2. Angkatan 2007/2008 s.d. 2010/2011 dtsnya Rp 6.500.000
  7. Program Reguler Sore
    1. Fakultas Bidang Ilmu Sosial Angkatan 2004/2005 s.d. 2007/2008:
      1. SPP per mahasiswa/semester Rp1.000.000
      2. SKS per mahasiswa/SKS Rp 40.000
    2. Fakultas Bidang Ilmu Eksakta Angkatan 2004/2005 s.d. 2007/2008
      1. SPP per mahasiswa/semester Rp 1.500.000
      2. SKS per mahasiswa/SKS Rp 50.000
  8. Program Magister Kenotariatan per mahasiswa/semester Rp 7.000.000
  9. Program Pendidikan Dokter Gigi Spesialis per mahasiswa per mahasiswa Rp 6.000.000
  10. Program Studi Lanjutan Program Sarjana Fakultas Teknik per mahasiswa/semester Rp 2.500.000
 
Biaya Operasional Pendidikan (per mahasiswa/semester)
  1. Program Studi Keperawatan dan Fisioterapi Rp 2.250.000
  2. Program Pendidikan Dokter Gigi Spesialis Rp 500.000
 
Sumbangan Pelaksanaan Program Pendidikan (SP3) per mahasiswa:
Program Spesialis Fakultas Kedokteran Gigi Rp 25.000.000
 
Praktikum
Program Sarjana Fisika Reguler B per mahasiswa/semester Rp 1.750.000
 
Kuliah Kerja Nyata (semua fakultas, per mahasiswa) Rp 650.000
 
Wisuda (semua program studi per mahasiswa) Rp 250.000
 
Legalisir
  1. Ijazah
    1. Ijazah (Bahasa Indonesia) per lembar Rp 5.000
    2. Transkrip Nilai (Bahasa Indonesia) per lembar Rp 5.000
  2. Terjemahan
    1. Ijazah (Bahasa Inggris) per lembar Rp 50.000
    2. Transkrip Nilai (Bahasa Inggris) per lembar Rp 100.000
 
Sewa
  1. Layanan Asrama Mahasiswa Unit I, III, dan III per orang/tahun Rp 1.650.000
  2. Layanan Rusunawa untuk Mahasiswa :
    1. Blok Satu (per kamar per bulan)
      1. Lantai I Rp 700.000
      2. Lantai II Rp 1.300.000
      3. Lantai III Rp 650.000
      4. Lantai IV Rp 600.000
      5. Lantai V Rp 600.000
    2. Blok Dua (per kamar per bulan)
      1. Lantai I Rp 700.000
      2. Lantai II Rp 700.000
      3. Lantai III Rp 650.000
      4. Lantai IV Rp 600.000
      5. Lantai V Rp 600.000
    3. Gedung A (per kamar per bulan)
      1. Tipe I Rp 600.000
      2. Tipe II Rp 500.000
    4. Gedung B (per kamar per bulan) Rp 500.000
    5. Gedung C (per kamar per bulan) Rp 500.000
    6. Gedung D (per kamar per bulan)
      1. Tipe I Rp 600.000
      2. Tipe II Rp 500.000
  3. Tiket Masuk Kolam Renang (per orang)
    1. Mahasiswa Unhas Rp 3.000
    2. Umum
      1. Hari Kerja (Senin s.d. Jumat)
        1. Anak-anak Rp 5.000
        2. Dewasa Rp 10.000
      2. Hari Libur, Sabtu, dan Minggu
        1. Anak-anak Rp 7.500
        2. Dewasa Rp 12.500
  4. Penggunaan Fasilitas Auditorium dalam rangka Menunjang Tri Darma Perguruan Tinggi oleh pijak lain per hari Rp 10.000.000
  5. Penggunaan Ruangan/Tempat untuk Menunjang Pelayanan Mahasiswa :
    1. ATM per tahun Rp 6.000.000
    2. Bank per tahun Rp 16.000.000
    3. Kantin per bulan Rp 240.000

Rabu, 18 April 2012

Subhanallah..

Assalammu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

**BUKANKAH ALLAH CUKUP MELINDUNGI HAMBANYA**


Bismillahirrahmannirrahim


Anakku terkasih ...
Puaslah dengan kecukupan dari Allah , niscaya Allah akan memberikan kecukupan kepadamu dari semua kecukupan, karena sesungguhnya Allah Maha menang atas urusan-Nya, tiada seorangpun yang dapat mengalahkan-Nya .. Bertawakallah kepada -Nya , Karena sesungguhnya Dia hidup kekal , tidak mati sedang selain dari Nya past mati

Anakku ....
Bukankah Allah telah memberi perlindungan yang cukup pada Nabiyullah Ibrahim, saat ia dilemparkan kedalam api besar , maka Allah menjadikan api itu sejuk dan membawa keselamatan bagi Nabiyullah Ibrahim ?

Bukankah Allah telah melindungi Rasulullah dalam setiap pertempuran ?
Menyelamatkan Beliau dari perbagai tipu muslihat orang orang Kafir dan munafik ?
dan menghibur Hati Rasulullah dalam kesendirian , meneguhkan hati beliau saat ketakutan dan meneguhkan kekuatannya salam berbagai petaka ?

Duhai Buah hatiku ...
cobalah renungkan ...

Allah senantiasa memperkenankan Do'a do'a dari hamba hambaNya yang menunggu di pintu pintu Rahmat-Nya

Allah senantiasa memberikan perlindungan bagi mereka yang memohon PerlindunganNya

dan Allah senantiasa memberi Hamba2 Nya tat kala Hamba2Nya memohon dan meminta kepada-Nya

Allah memberikan kekayaan dan kemiskinan, menghidupkan dan mematikan , mengangkat dan memecat, menimpakan penyakit dan menyembuhkannya serta memberikan cobaan dan membebaskannya

Demi AsmaNya , Ayah meminta kepadamu duhai buah hatiku
Ketuklah Pintu-Nya dan Hadapkanlah dirimu kepada-Nya, pelajarilah Kitab-Nya dan bertemanlah dengan kekasih kekasih Nya

Manakala engkau duhai Buah Hatiku telah melakukannya niscaya engkau akan menemukan kemudahan dan kemenangan dan InsyaAllah akan memperoleh pahala serta keberhasilan yang gemilang...

Duhai Anakku...
Pernahkah engkau melakukan Shalat dua Raka'at dengan mencurahkan air mata ?
Ketahuilah bahwa hidup tanpa ruku sama dengan kehancuran dan usia tanpa air mata sama dengan kerugian...

Belindunglah selalu kepada Allah Ta'ala anakku dan camkanlah Firman Allah Berikut ....

".... Tiap tiap sesuatu pasti binasa , kecuali Allah, Bagi-Nyalah segala Penentuan dan hanya kepada-Nyalah kamu dikembalikan "
(QS. Al Qashash : 88)

Wallahu 'alam

*** Semoga bermanfaat dan mohon maaf bila ada tata kata yang tak berkenan ***

diposkan Oleh BIDADARI PERMATA BENING MENCARI CINTA ILAHI

Jumat, 17 Februari 2012

PUISI LAMA

 
PUISI LAMA
Puisi adalah bentuk karangan yang terkikat oleh rima, ritma, ataupun jumlah baris sertaditandai oleh bahasa yang padat. Menurut zamannya, puisi dibedakan atas puisi lama dan puisi baru.A.
PUISI LAMA
Puisi lama adalah puisi yang terikat oleh aturan-aturan. Aturan- aturan itu antara lain :
Jumlah kata dalam 1 baris
Jumlah baris dalam 1 bait
Persajakan (rima)
Banyak suku kata tiap baris
Irama
1. Ciri-ciri Puisi Lama
Ciri puisi lama:a) Merupakan puisi rakyat yang tak dikenal nama pengarangnya b) Disampaikan lewat mulut ke mulut, jadi merupakan sastra lisanc) Sangat terikat oleh aturan-aturan seperti jumlah baris tiap bait, jumlah suku katamaupun rima
2. Jenis Puisi Lama
Yang termasuk puisi lama adalaha) Mantra adalah ucapan-ucapan yang dianggap memiliki kekuatan gaib b) Pantun adalah puisi yang bercirikan bersajak a-b-a-b, tiap bait 4 baris, tiap baristerdiri dari 8-12 suku kata, 2 baris awal sebagai sampiran, 2 baris berikutnyasebagai isi. Pembagian pantun menurut isinya terdiri dari pantun anak, muda-mudi, agama/nasihat, teka-teki, jenakac) Karmina adalah pantun kilat seperti pantun tetapi pendek d) Seloka adalah pantun berkaite) Gurindam adalah puisi yang berdirikan tiap bait 2 baris, bersajak a-a-a-a, berisinasihatf) Syair adalah puisi yang bersumber dari Arab dengan ciri tiap bait 4 baris, bersajak a-a-a-a, berisi nasihat atau ceritag) Talibun adalah pantun genap yang tiap bait terdiri dari 6, 8, ataupun 10 baris
3. Contoh dari Jenis-jenis Puisi Lama
a) MantraAssalammu’alaikum putri satulung besar Yang beralun berilir simayangMari kecil, kemariAku menyanggul rambutmuAku membawa sadap gadingAkan membasuh mukamu b) PantunKalau ada jarum patahJangan dimasukkan ke dalam peti
Kalau ada kataku yang salahJangan dimasukan ke dalam hatic) KarminaDahulu parang, sekarang besi (a)Dahulu sayang sekarang benci (a)d) SelokaLurus jalan ke Payakumbuh,Kayu jati bertimbal jalanDi mana hati tak kan rusuh,Ibu mati bapak berjalane) GurindamKurang pikir kurang siasat (a)Tentu dirimu akan tersesat (a)Barang siapa tinggalkan sembahyang ( b )Bagai rumah tiada bertiang ( b )Jika suami tiada berhati lurus ( c )Istri pun kelak menjadi kurus ( c )f) Syair Pada zaman dahulu kala (a)Tersebutlah sebuah cerita (a)Sebuah negeri yang aman sentosa (a)Dipimpin sang raja nan bijaksana (a)g) TalibunKalau anak pergi ke pekanYu beli belanak pun beli sampiranIkan panjang beli dahuluKalau anak pergi berjalanIbu cari sanak pun cari isiInduk semang cari dahulu
4. Ciri-ciri dari jenis puisi lama
a) MantraCiri-ciri:

Berirama akhir abc-abc, abcd-abcd, abcde-abcde.

Bersifat lisan, sakti atau magis

Adanya perulangan

Metafora merupakan unsur penting

Bersifat esoferik (bahasa khusus antara pembicara dan lawan bicara) danmisterius

Lebih bebas dibanding puisi rakyat lainnya dalam hal suku kata, baris dan persajakan. b) PantunCiri – ciri :

Setiap bait terdiri 4 baris

Baris 1 dan 2 sebagai sampiran

Baris 3 dan 4 merupakan isi

Bersajak a – b – a – b
 

Setiap baris terdiri dari 8 – 12 suku kata

Berasal dari Melayu (Indonesia)c) KarminaCiri-ciri karmina

Setiap bait merupakan bagian dari keseluruhan.

Bersajak aa-aa, aa-bb

Bersifat epik: mengisahkan seorang pahlawan.

Tidak memiliki sampiran, hanya memiliki isi.

Semua baris diawali huruf capital.

Semua baris diakhiri koma, kecuali baris ke-4 diakhiri tanda titik.

Mengandung dua hal yang bertentangan yaitu rayuan dan perintah.d) SelokaCiri-ciri seloka

Ditulis empat baris memakai bentuk pantun atau syair,

 Namun ada seloka yang ditulis lebih dari empat baris.e) GurindamCiri-ciri gurindam

Baris pertama berisikan semacam soal, masalah atau perjanjian

 baris kedua berisikan jawabannya atau akibat dari masalah atau perjanjian pada baris pertama tadi.f) Syair Ciri-ciri syair 

Terdiri dari 4 baris

Berirama aaaa

Keempat baris tersebut mengandung arti atau maksud penyair g) TalibunCiri-ciri:

 Jumlah barisnya lebih dari empat baris, tetapi harus genap misalnya 6, 8, 10dan seterusnya.

 Jika satu bait berisi enam baris, susunannya tiga sampiran dan tiga isi.

 Jika satu bait berisi delapan baris, susunannya empat sampiran dan empat isi.

Apabila enam baris sajaknya a – b – c – a – b – c.

Bila terdiri dari delapan baris, sajaknya a – b – c – d – a – b – c – d

Sabtu, 03 Desember 2011

Tiga golongan dalam cloud computing



Jenis layanan Cloud Computing yang ada, terbagi dalam 3 golongan yaitu yang disebut sebagai Software as a Service (SaaS), kemudian Platform as a Service (PaaS) dan terakhir Infrastructure as a Service (IaaS).

Software as a Service (SaaS)

Sebagai konsumen individual, kita sebenarnya sudah akrab dengan layanan cloud computing melalui Yahoo Mail, Hotmail, Gmail, Google Search, Bing, atau MSN Messenger. Contoh lain yang cukup populer adalah Google Application ataupun Microsoft Office Web Applications yang merupakan aplikasi pengolah dokumen berbasis internet.
Di dunia bisnis, kita mungkin familiar dengan SalesForce.com atau Microsoft CRM yang merupakan layanan aplikasi CRM. Di sini, perusahaan tidak perlu setup hardware dan software CRM di server sendiri. Cukup berlangganan SalesForce.com maupun Microsoft CRM, kita bisa menggunakan aplikasi CRM kapan dan dari mana saja melalui internet. Kita tidak perlu melakukan investasi server maupun aplikasi. Kita juga akan selalu mendapat aplikasi terbaru jika terjadi upgrade. Intinya, kita benar-benar hanya tinggal menggunakan aplikasi tersebut. Pembayaran biasanya dilakukan bulanan, dan sesuai jumlah pemakai aplikasi tersebut. Dengan kata lain, pay as you go, pay per use, per seat.
Nah, semua layanan ini, dimana suatu aplikasi software tersedia dan bisa langsung dipakai oleh seorang pengguna, termasuk ke dalam kategori Software as a Services (SaaS). Secara sederhana, kita langsung mengkonsumsi layanan aplikasi yang ditawarkan.
Beberapa contoh aplikasi dalam katagori SaaS diantaranya adalah:
  • Microsoft Itune: merupakan aplikasi cloud sederhana untuk PC management yang berguna selain update software/services, kemampuan update security juga memberikan kepada penggunanya untuk men-tune performance dari windows 7 yang digunakan.
  • McAfee Security Scan Plus: aplikasi cloud untuk men-scaning virus di komputer pengguna.
  • Microsoft Office 365: aplikasi online untuk MS Office.

Platform as a Service (PaaS)

Sering terjadi, suatu aplikasi software yang sifatnya package tidak dapat memenuhi kebutuhan proses bisnis kita. Demikian pula dengan SaaS, di mana aplikasi yang ditawarkan sebagai layanan tidak sesuai dengan proses bisnis kita. Nah, pada skenario ini, kita dapat menggunakan jenis layanan yang disebut Platform as a Service (PaaS).
Pada PaaS, kita membuat sendiri aplikasi software yang kita inginkan, termasuk skema database yang diperlukan. Skema itu kemudian kita pasang (deploy) di server-server milik penyedia jasa PaaS. Penyedia jasa PaaS sendiri menyediakan layanan berupa platform, mulai dari mengatur server-server mereka secara virtualisasi sehingga sudah menjadi cluster sampai menyediakan sistem operasi di atasnya. Alhasil, kita sebagai pengguna hanya perlu memasang aplikasi yang kita buat di atasnya.
Jika kita adalah perusahaan pembuat software, PaaS juga memberi alternatif lain. Alih-alih memasang software di server konsumen, kita bisa memasang software tersebut di server milik penyedia layanan PaaS, lalu menjualnya ke konsumen dalam bentuk langganan. Dengan kata lain, kita membuat sebuah SaaS.
Singkatnya, dengan PaaS, kita membangun aplikasi kita sendiri di atas layanan PaaS tersebut. Adapun contoh vendor penyedia layanan Paas adalah Microsoft Azure dan Amazon Web Services.

Infrastructure as a Service (IaaS)

Ada kasus ketika konfigurasi yang disediakan oleh penyedia PaaS tidak sesuai dengan keinginan kita. Kita berniat menggunakan aplikasi yang memerlukan konfigurasi server yang unik dan tidak dapat dipenuhi oleh penyedia PaaS. Untuk keperluan seperti ini, kita dapat menggunakan layanan cloud computing tipe Infrastructure as a Service (IaaS).
Pada IaaS, penyedia layanan hanya menyediakan sumber daya komputasi seperti prosesor, memori, dan storage yang sudah tervirtualisasi. Akan tetapi, penyedia layanan tidak memasang sistem operasi maupun aplikasi di atasnya. Pemilihan OS, aplikasi, maupun konfigurasi lainnya sepenuhnya berada pada kendali kita.
Jadi, layanan IaaS dapat dilihat sebagai proses migrasi server-server kita dari on-premise ke data center milik penyedia IaaS ini. Para vendor cloud computing lokal rata-rata menyediakan layanan model IaaS ini, dalam bentuk Virtual Private Server seperti Windows Server Hyper-V, VM Ware Virtualization dan lain-lain.

Identifikasi SaaS, PaaS dan IaaS

Perbedaan SaaS, PaaS dan IaaS dapat dilihat dari sisi kendali atau tanggung jawab yang dilakukan oleh vendor penyedia jasa layanan cloud maupun customer. Pada gambar 4, di situ dijelaskan stack (jenjang) teknologi komputasi dari Networking naik hingga ke Application. Di situ juga dijelaskan sampai di stack mana suatu vendor layanan cloud memberikan layanannya, dan mulai dari jenjang mana konsumen mulai memegang kendali dan bertanggung jawab penuh pada stack di atasnya.
Cloud Computing
Mulai dari kanan, pada SaaS, seluruh stack merupakan tanggung jawab penyedia layanan cloud. Konsumen benar-benar hanya mengkonsumsi aplikasi yang disediakan.
Pada PaaS, penyedia layanan cloud bertanggung jawab mengelola Networking hingga Runtime. Konsumen memiliki kendali dan bertanggung jawab membuat aplikasi dan juga skema database-nya.
Pada IaaS, penyedia layanan Cloud bertanggung jawab untuk Networking hingga Virtualization. Konsumen sudah mulai bertanggung jawab untuk Operating System ke atas.
Sebagai perbandingan, di gambar juga ditunjukkan arsitektur tradisional on-premise (bukan cloud), alias semua ada di data center kita. Di sini kita bertanggung jawab untuk seluruh stack, dari Networking hingga Application.
Sumber:
  • Ilmukomputer.com
  • Wikipedia.org
  • Rackspace.com
  • Computerworld.com
  • Microsoft.com