Sabtu, 15 September 2012

KISAH NYATA


SAHABATKU
      Ini adalah kisah nyata dalam hidup saya. Nama saya Nur Ulfah Dwiyanti, Alhamdulillah sekarang saya duduk di kelas XII IPA 1 SMA Neg. 1 Pamboang. Kisah ini saya alami dimulai dari saya duduk di bangku kelas IX SMP.
    Pada saat itu, saya dipercayakan oleh Kecamatan Pamboang untuk menjadi salah seorang Kafilah MTQ Pamboang pada cabang Syarhil Qur’an. Dalam perlombaan MTQ Kab. Majene Tahun 2008 tersebut terdapat bermacam-macam cabang, seperti Fahmil Qur’an, Hafiz Qur’an, Syarhil Qur’an, Tahmid Qur’an, Tahfiz Qur’an dan masih banyak cabang-cabang lain di dalamnya. Dalam cabang Syarhil Qur’an itu saya mendapat amanah sebagai Saritilawah.
    Namun, pada lomba tersebut kami megalami kegagalan. Hatiku sungguh kecewa saat itu. Beberapa hari kemudian, saya menerima surat panggilan TC (Treaning Center) di rumah jabatan SEKDA dalam rangka pemilihan kembali peserta MTQ untuk tingkat Provensi SUL-BAR. Dengan penuh semangat saya mengikuti TC tersebut. Selama 1 minggu kami dilatih dan disaring satu persatu dan Alhamdulillah saya yang terpilih untuk menjadi kafilah Kabupaten Majene dalam MTQ SULBAR di Wonomulyo.
    Akhirnya dengan penuh semangat dan berharap bisa lolos lagi ke Tingkat Nasional saya berangkat ke Wonomulyo bersama dengan rekan-rekan kafilah yang lain dan di damping oleh Bapak Bupati Majene. Di Wonomulyo kami tinggal di pondokan yang telah disediakan oleh Panitia. Sesampainya di Wonomulyo, tiba-tiba seseorang yang tinggi, putih dan cukup ganteng menebarkan senyum yang manis pada kami. Ternyata dia juga salah seorang kafilah Majene namun kami baru bertemu karena dia tidak mengikuti TC dan dia langsung Lolos sebagai Kafilah Majene. ”hmmm… hebat juga nieh orang !!”, ujarku dalam hati.
    Setelah kami semua mulai akrab, akhirnya saya kenalan dengan orang itu. Namanya Ilham, saat itu dia duduk di kelas X Aliyah Pambusuang. Dia orangnya sangat cerdas, dia sudah hafal 10 Juz AL-Qur’an, mampu menulis Tulisan Arab dan mampu membaca Qur’an dengan alunan yang merdu.
     Di waktu luang saat kami selesai latihan, saya bersama teman kafilah yang lain yaitu, Ilham, Aziz dan Zaenab cuci mata di Pasar Sentral Wonomulyo. Saat berkeliling bersama kami saling bercanda dan tertawa bersama layaknya saudara. Saat itu Ilham membeli sebuah celana dari kain yang gombrang, maka dari itu saya bisa membuat kesimpulan bahwa Ilham tidak suka memakai pakaian yang ketat, satu buah celana Levis pun tidak ia miliki karena dia tidak suka memakainya, apalagi celana sekarang yang model “BOTOL” mana mungkin Ilham suka.
     Sungguh langka kita jumpai seorang pemuda yang seperti itu, memang penampilannya sangat sederhana. Dia pun rajin sholat, tidak kikir dan rajin mengaji. Beruntungnya saya menjumpai seorang sahabat yang sebaik Ilham. Bukan cuma di Pasar tapi hampir setiap waktu kami berkumpul bersama dan tertawa bersama di mobil, di arena lomba, saat makan, di rumah maupun saat kami latihan
    Kurang lebih satu minggu kami menghabiskan waktu di Wonomulyo bersama Ilham dan rekan-rekan kafilah yang lain dan Alhamdulillah saya mendapatkan Juara III Lomba Syarhil Qur’an seProvinsi SulBar saat itu. Kami pun kembali ke daerah masing-masing namun tidak lupa kami saling memberi nomor telefon agar bisa terus saling berkomunikasi dan bersilaturahmi.
    Tidak terasa satu tahun MTQ II SULBAR 2008 telah berlalu namun persaudaraan kami masih sangat kental. Kami saling mengunjungi dan saling berkomunikasi. Bulan Ramadhan pun tiba, persahabatan kami semakin erat. Bulan Ramadhan 1430 H, Ilham mendapatkan berkah dan amanah. Dia mendapat panggilan dari Pemerintah Kab. Luwu untuk menjadi Imam Masjid selama bulan Ramadhan di salah satu Masjid besar di Luwu. Kabar yang bahagia itu langsung di sampaikan Ilham pada saya sebagai sahabatnya. Saya pun turut bersyukur dan mendukung Ilham karena hal tersebut merupakan hal yang jarang terjadi pada seorang anak muda yang kurang lebih berumur sekitar 14 tahun saat itu. Tiap waktu buka dan sahur Ilham selalu mengirim SMS pada saya, dia juga selalu memberikan wejangan dan petunujk yang baik untuk saya. Selain itu, dia juga sering nelfon dan menceritakan keadaannya di Luwu.
     Pada saat perayaan Hari Idul Fitri 1430 H, Ilham menjadi Imam sholat Idul Fitri di Lapangan terbesar di Luwu. Itu sungguh prestasi yang gemilang, Ilham memang anak yang langka dan sangat beruntung memiliki kemampuan untuk itu. Tiga hari setelah Lebaran, Ilham datang berkunjung ke rumah saya bersama kakaknya. Saya sangat senang atas kedatangan mereka, namun siapa yang menyangka bahwa ternyata kedatangannya itu merupakan kunjungan pertama dan terakhir  Ilham di rumah saya.
    Setelah hari itu kami menjadi akrab seperti keluarga sendiri karena Ilham dan keluarga saya juga sudah akrab. Hubungan antar keluarga kami pun kian membaik dan semakin hangat. Kurang lebih satu bulan setelah kepulangan Ilham dari Luwu, Ilham jatuh sakit. Awalnya hanya sakit kepala dan perut, namun lama kelamaan penyakit itu bertambah parah.
    Ilham yang dahulunya kurus terlihat menjadi gemuk. Pipi, perut dan betisnya membengkak sehingga sulit mengenalinya lagi. Kadang Ilham sesak nafas dan sulit untuk BAB, ternyata semua itu akibat penyakitnya yang tidak jelas. Keluarga Ilham pun sudah mengunjungi beberpa dokter di Polewali namun hasil diagnosa para dokter tersebut berbeda-beda sehingga membuat pihak keluarga Ilham pusing. Selain pengobatan medis, Ilham juga menjalani pengobatan tradisional demi kesembuhannya. Sungguh sedihnya perasaan kami sekeluarga melihat Ilham seperti itu, kami tidak bisa membantu banyak selain hanya terus berdo’a demi kesembuhan Ilham. 
    Kurang lebih 10 bulan Ilham menjalani penyakit itu. Dan Alhamdulillah Ilham berangsur-angsur membaik walaupun bentuk fisiknya belum kembali seperti semula. MTQ III SULBAR tahun 2010 pun tiba, Ilham tetap ikut dalam perlombaan tersebut walau dalam keadaan yang belum pulih. Berkali-kali saya dan keluarga mengingatkan agar Ilham tidak usah ikut dan beristirahat saja di rumah, namun Ilham sudah dibesarkan dalam suasana MTQ jadi tidak mungkin dia mau melewati suasana MTQ yang hanya satu kali dalam dua tahun dilaksanakan itu. Saya pun ikut dalam MTQ tersebut, sama dengan dua tahun yang lalu saya tetap mewakili Kafilah Majene dan tetap pada cabang yang sama yaitu Syarhil Qur’an. Alhamdulillah saya meraih peningkatan dari dua tahun yang lalu yaitu juara II walaupun belum bisa lolos ke tingkat Nasional.
    Setelah MTQ tingkat SULBAR itu, saya agak jarang berkomunikasi dengan Ilham lagi karena banyaknya kegiatan sekolah. Setelah kegiatan sekolah agak merenggang, saya dipercayakan oleh salah seorang tetangga saya untuk megelolah bisnis dengan membelikan saya Kartu Chips untuk menjual pulsa dengan dasar Kepercayaan. Saya tentu senang dan menerima tawaran tersebut, saya berharap supaya keuntungannya dapat saya manfaatkan untuk melengkapi peralatan sekolah. Saya pun ganti kartu, saking sibuknya dengan bisnis tersebut, saya menjadi lupa terhadap sahabatku itu.
    Sampai suatu malam tanggal 5 Agustus 2010, saya di kejutkan dengan masuknya telefon dari Hp Ibu saya. Ternyata yang menelfon adalah kakaknya Ilham, dia mengabarkan bahwa sudah 1 minggu Ilham di panggil oleh sang khalik. Saya terdiam dan terpaku, seakan tidak percaya dengan suara dari Hp itu. Sejenak suasana terasa hening, kutarik dan kuhembuskan nafas yang panjang. “Innalillahi wa Inna Ilaihi Rojiun” Ilham telah tiada, sahabat yang selama ini kukagumi telah menghadap ilahi. Tanpa kusadari air mata saya jatuh dan tangis pun tidak bisa kubendung. “Mengapa saya baru tahu hal itu sekarang ??? setelah satu minggu kepergiannya ???“
    Memang saya yang salah, saya tidak memberikan nomor Kartu Chips saya pada keluarga Ilham. Walaupun keluarga Ilham tahu nomor Hp Ibu saya namun info tersebut tetap tidak bisa langsung sampai pada saya karena kurang lebih satu minggu Ibu menjalani Ujian Kepangkatan di Makassar dan Hpnya tidak bisa diaktifkan. Dan malam itu, Ibu baru saja mengaktifkan Hpnya dan kabar itu pun sampai.
    Tiap malam saya menangis, terbayang kenangan kami bersama. Senyumnya yang manis selalu hadir di fikiranku. Tidak kusangaka, anak baik, soleh dan cerdas seperti Ilham sangat cepat di panggil Allah. Ilham meninggal karena penyakitnya yang kambu lagi setelah dia mengikuti MTQ III SULBAR beberapa bulan yang lalu. Padahal sungguh banyak cita-cita dan harapan yang ingin Ilham wujudkan. Ilham pernah mengatakan bahwa jika sudah Lulus Aliyah dia akan kuliah dengan tidak ingin menggunakan biaya sedikit pun dari Orang Tuanya, dia ingin kuliah dari hasil keringatnya sendiri, sungguh impian yang mulia namun semua itu hanya kenangan. Saya bersama keluarga datang mengunjungi makam Ilham di Pambusuang. Melihat Ibunya sedih dan menangis, saya pun ikut menangis tersedu-sedu di samping beliau. Ibunya mengatakan bahwa Ilham anak yang baik, tidak pernah menyusahkan orang tua, rajin sholat, suka memberi, selalu tersenyum dan cerdas. Yang membuat saya semakin sedih, ternyata hari Senin Ilham berencana untuk mengambil Ijazah Aliyah yang diperjuangkannya selama tiga tahun namun hari Jumat subuh sebelum hari Senin itu dia telah tiada. Dia lulus dengan peringkat yang terbaik dan tertinggi di Sekolahnya, sungguh Ilham anak yang cerdas.
    Ilham kini telah tiada namun kenyataan ini masih membuat saya bingung, kadang rasanya saya ingin menelfon Ilham dan cerita-cerita bersamanya seperti dulu. Namun kutersadar bahwa hanya nomor dan namanya saja yang dapat kulihat di Hp tanpa bisa berbicara lagi dengannya. Kenangan bersama sahabatku Ilham takkan pernah bisa terhapus dalam ingatanku. Selamat jalan Ilham, semoga kamu mendapatkan tempat yang terbaik di Sana dan kuharap persahabatan kita masih berlanjut hingga di Alam Baqa’ kelak.

Cerpen Sahabat
(Nur Ulfah Dwiyanti, 16 Agustus 2010)

Kamis, 06 September 2012

PUISI SEDIH


PUISI SEDIH ULFA


Tak pernah ia menginginkannya..
terlahir dalam keluarga sesederhana itu..
tak pernah ia merasakannya..
gedung-gedung tinggi berlantai kaca itu..
tak pernah ia impikan..
gubuk tua yang beralaskan tanah..

tidur beralaskan kasur roti..
dingin menusuk hingga ke tulang..
sesekali rembulan menyapa di balik atap..
sesekali pula air hujan berkunjung di rumahnya..

tetes keringat ayah jatuh ke tanah..
berbekal do’a yang dititipkan Bunda..
melebur menjadi satu dengannya..
sesuap nasi terbayang di benaknya..
canda kecil buah hati membisik..
air mata menetes kering..
meratapi nasib dunia ini..

semangat terus dikantonginya..
tetap berjuang agar asap dapur tetap mengepul..
agar perut kecil itu tetap terisi..
agar nafas tak hilang..
agar masa depan nan cerah..

Selasa, 04 September 2012

Ntahlah..


karya : Nur Ulfah Dwiyanti Obed



Ntahlah..
Tak dapat kudefenisikan dirimu menjadi lebih sederhana..
Kau selalu saja berperan dalam muka dua..
Bagai sinetron yang bergonta-ganti peran..
Yahh memang kau bak artis yang memainkan sebuah drama..

Rabu, 08 Agustus 2012

PUISI: DEFINISI DAN UNSUR-UNSURNYA PUISI: DEFINISI DAN UNSUR-UNSURNYA



1. Pengertian
Secara etimologis, kata puisi dalam bahasa Yunani berasal dari poesis yang artinya berati penciptaan. Dalam bahasa Inggris, padanan kata puisi ini adalahpoetry yang erat dengan –poet dan -poem. Mengenai kata poet, Coulter (dalam Tarigan, 1986:4) menjelaskan bahwa kata poet berasal dari Yunani yang berarti membuat atau mencipta. Dalam bahasa Yunani sendiri, kata poet berarti orang yang mencipta melalui imajinasinya, orang yang hampir-hampir menyerupai dewa atau yang amat suka kepada dewa-dewa. Dia adalah orang yang berpenglihatan tajam, orang suci, yang sekaligus merupakan filsuf, negarawan, guru, orang yang dapat menebak kebenaran yang tersembunyi.
Shahnon Ahmad (dalam Pradopo, 1993:6) mengumpulkan definisi puisi yang pada umumnya dikemukakan oleh para penyair romantik Inggris sebagai berikut.
(1)   Samuel Taylor Coleridge mengemukakan puisi itu adalah kata-kata yang terindah dalam susunan terindah. Penyair memilih kata-kata yang setepatnya dan disusun secara sebaik-baiknya, misalnya seimbang, simetris, antara satu unsur dengan unsur lain sangat erat berhubungannya, dan sebagainya.
(2)   Carlyle mengatakan bahwa puisi merupakan pemikiran yang bersifat musikal. Penyair menciptakan puisi itu memikirkan bunyi-bunyi yang merdu seperti musik dalam puisinya, kata-kata disusun begitu rupa hingga yang menonjol adalah rangkaian bunyinya yang merdu seperti musik, yaitu dengan mempergunakan orkestra bunyi.
(3)   Wordsworth mempunyai gagasan bahwa puisi adalah pernyataan perasaan yang imajinatif, yaitu perasaan yang direkakan atau diangankan. Adapun Auden mengemukakan bahwa puisi itu lebih merupakan pernyataan perasaan yang bercampur-baur.
(4)   Dunton berpendapat bahwa sebenarnya puisi itu merupakan pemikiran manusia secara konkret dan artistik dalam bahasa emosional serta berirama. Misalnya, dengan kiasan, dengan citra-citra, dan disusun secara artistik (misalnya selaras, simetris, pemilihan kata-katanya tepat, dan sebagainya), dan bahasanya penuh perasaan, serta berirama seperti musik (pergantian bunyi kata-katanya berturu-turut secara teratur).
(5)   Shelley mengemukakan bahwa puisi adalah rekaman detik-detik yang paling indah dalam hidup. Misalnya saja peristiwa-peristiwa yang sangat mengesankan dan menimbulkan keharuan yang kuat seperti kebahagiaan, kegembiraan yang memuncak, percintaan, bahkan kesedihan karena kematian orang yang sangat dicintai. Semuanya merupakan detik-detik yang paling indah untuk direkam.
Dari definisi-definisi di atas memang seolah terdapat perbedaan pemikiran, namun tetap terdapat benang merah. Shahnon Ahmad (dalam Pradopo, 1993:7) menyimpulkan bahwa pengertian puisi di atas terdapat garis-garis besar tentang puisi itu sebenarnya. Unsur-unsur itu berupa emosi, imajinas, pemikiran, ide, nada, irama, kesan pancaindera, susunan kata, kata kiasan, kepadatan, dan perasaan yang bercampur-baur.

2. Unsur-unsur Puisi
Berikut ini merupakan beberapa pendapat mengenai unsur-unsur puisi.
(1)   Richards (dalam Tarigan, 1986) mengatakan bahwa unsur puisi terdiri dari (1) hakikat puisi yang melipuiti tema (sense), rasa (feeling), amanat (intention), nada (tone), serta (2) metode puisi yang meliputi diksi, imajeri, kata nyata, majas, ritme, dan rima.
(2)   Waluyo (1987) yang mengatakan bahwa dalam puisi terdapat struktur fisik atau yang disebut pula sebagai struktur kebahasaan dan struktur batin puisi yang berupa ungkapan batin pengarang.
(3)   Altenberg dan Lewis (dalam Badrun, 1989:6), meskipun tidak menyatakan secara jelas tentang unsur-unsur puisi, namun dari outline buku mereka bisa dilihat adanya (1) sifat puisi, (2) bahasa puisi: diksi, imajeri, bahasa kiasan, sarana retorika, (3) bentuk: nilai bunyi, verifikasi, bentuk, dan makna, (4) isi: narasi, emosi, dan tema.
(4)   Dick Hartoko (dalam Waluyo, 1987:27) menyebut adanya unsur penting dalam puisi, yaitu unsur tematik atau unsur semantik puisi dan unsur sintaksis puisi. Unsur tematik puisi lebih menunjuk ke arah struktur batin puisi, unsur sintaksis menunjuk ke arah struktur fisik puisi.
(5)   Meyer menyebutkan unsur puisi meliputi (1) diksi, (2) imajeri, (3) bahasa kiasan, (4) simbol, (5) bunyi, (6) ritme, (7) bentuk (Badrun, 1989:6).
Dari beberapa pendapat di atas, dapat disimpulkan bahwa unsur-unsur puisi meliputi (1) tema, (2) nada, (3) rasa, (4) amanat, (5) diksi, (6) imaji, (7) bahasa figuratif, (8) kata konkret, (9) ritme dan rima. Unsur-unsur puisi ini, menurut pendapat Richards dan Waluyo dapat dipilah menjadi dua struktur, yaitu struktur batin puisi (tema, nada, rasa, dan amanat) dan struktur fisik puisi (diksi, imajeri, bahasa figuratif, kata konkret, ritme, dan rima). Djojosuroto (2004:35) menggambarkan sebagai berikut.
Gambar 1. Puisi sebagai struktur
Berdasarkan pendapat Richards, Siswanto dan Roekhan (1991:55-65) menjelaskan unsur-unsur puisi sebagai berikut.

2.1 Struktur Fisik Puisi
Adapun struktur fisik puisi dijelaskan sebagai berikut.
(1)   Perwajahan puisi (tipografi), yaitu bentuk puisi seperti halaman yang tidak dipenuhi kata-kata, tepi kanan-kiri, pengaturan barisnya, hingga baris puisi yang tidak selalu dimulai dengan huruf kapital dan diakhiri dengan tanda titik. Hal-hal tersebut sangat menentukan pemaknaan terhadap puisi.
(2)   Diksi, yaitu pemilihan kata-kata yang dilakukan oleh penyair dalam puisinya. Karena puisi adalah bentuk karya sastra yang sedikit kata-kata dapat mengungkapkan banyak hal, maka kata-katanya harus dipilih secermat mungkin. Pemilihan kata-kata dalam puisi erat kaitannya dengan makna, keselarasan bunyi, dan urutan kata. Geoffrey (dalam Waluyo, 19987:68-69) menjelaskan bahwa bahasa puisi mengalami 9 (sembilan) aspek penyimpangan, yaitu penyimpangan leksikal, penyimpangan semantis, penyimpangan fonologis, penyimpangan sintaksis, penggunaan dialek, penggunaan register (ragam bahasa tertentu oleh kelompok/profesi tertentu), penyimpangan historis (penggunaan kata-kata kuno), dan penyimpangan grafologis (penggunaan kapital hingga titik)
(3)   Imaji, yaitu kata atau susunan kata-kata yang dapat mengungkapkan pengalaman indrawi, seperti penglihatan, pendengaran, dan perasaan. Imaji dapat dibagi menjadi tiga, yaitu imaji suara (auditif), imaji penglihatan (visual), dan imaji raba atau sentuh (imaji taktil). Imaji dapat mengakibatkan pembaca seakan-akan melihat, medengar, dan merasakan seperti apa yang dialami penyair.
(4)   Kata kongkret, yaitu kata yang dapat ditangkap dengan indera yang memungkinkan munculnya imaji. Kata-kata ini berhubungan dengan kiasan atau lambang. Misal kata kongkret “salju: melambangkan kebekuan cinta, kehampaan hidup, dll., sedangkan kata kongkret “rawa-rawa” dapat melambangkan tempat kotor, tempat hidup, bumi, kehidupan, dll.
(5)   Bahasa figuratif, yaitu bahasa berkias yang dapat menghidupkan/meningkatkan efek dan menimbulkan konotasi tertentu (Soedjito, 1986:128). Bahasa figuratif menyebabkan puisi menjadi prismatis, artinya memancarkan banyak makna atau kaya akan makna (Waluyo, 1987:83). Bahasa figuratif disebut juga majas. Adapaun macam-amcam majas antara lain metafora, simile, personifikasi, litotes, ironi, sinekdoke, eufemisme, repetisi, anafora, pleonasme, antitesis, alusio, klimaks, antiklimaks, satire, pars pro toto, totem pro parte, hingga paradoks.
(6)   Versifikasi, yaitu menyangkut rima, ritme, dan metrum. Rima adalah persamaan bunyi pada puisi, baik di awal, tengah, dan akhir baris puisi. Rima mencakup (1) onomatope (tiruan terhadap bunyi, misal /ng/ yang memberikan efek magis pada puisi Sutadji C.B.), (2) bentuk intern pola bunyi (aliterasi, asonansi, persamaan akhir, persamaan awal, sajak berselang, sajak berparuh, sajak penuh, repetisi bunyi [kata], dan sebagainya [Waluyo, 187:92]), dan (3) pengulangan kata/ungkapan. Ritma merupakan tinggi rendah, panjang pendek, keras lemahnya bunyi. Ritma sangat menonjol dalam pembacaan puisi.

2.2 Struktur Batin Puisi
Adapun struktur batin puisi akan dijelaskan sebagai berikut.
(1)   Tema/makna (sense); media puisi adalah bahasa. Tataran bahasa adalah hubungan tanda dengan makna, maka puisi harus bermakna, baik makna tiap kata, baris, bait, maupun makna keseluruhan.
(2)   Rasa (feeling), yaitu sikap penyair terhadap pokok permasalahan yang terdapat dalam puisinya. Pengungkapan tema dan rasa erat kaitannya dengan latar belakang sosial dan psikologi penyair, misalnya latar belakang pendidikan, agama, jenis kelamin, kelas sosial, kedudukan dalam masyarakat, usia, pengalaman sosiologis dan psikologis, dan pengetahuan. Kedalaman pengungkapan tema dan ketepatan dalam menyikapi suatu masalah tidak bergantung pada kemampuan penyairmemilih kata-kata, rima, gaya bahasa, dan bentuk puisi saja, tetapi lebih banyak bergantung pada wawasan, pengetahuan, pengalaman, dan kepribadian yang terbentuk oleh latar belakang sosiologis dan psikologisnya.
(3)   Nada (tone), yaitu sikap penyair terhadap pembacanya. Nada juga berhubungan dengan tema dan rasa. Penyair dapat menyampaikan tema dengan nada menggurui, mendikte, bekerja sama dengan pembaca untuk memecahkan masalah, menyerahkan masalah begitu saja kepada pembaca, dengan nada sombong, menganggap bodoh dan rendah pembaca, dll.
(4)   Amanat/tujuan/maksud (itention); sadar maupun tidak, ada tujuan yang mendorong penyair menciptakan puisi. Tujuan tersebut bisa dicari  sebelum penyair menciptakan puisi, maupun dapat ditemui dalam puisinya.

Di POSkan oleh  Ulysses Ronquillo

Jumat, 20 April 2012

Daftar Tarif Layanan Badan Layanan Umum Universitas Hasanuddin


By dradm11 - Posted on 21 March 2012
Daftar Tarif Layanan Badan Layanan Umum Universitas Hasanuddin
pada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan,
berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 13/PMK.05/2012,
tanggal 30 Januari 2012 dalam Berita Negara Republik Indonesia No.126, 2012.
 
Pendaftaran
  1. Jalur Non Subsidi (JNS) dan Jalur Pembinaan Olahraga, Seni, dan Keilmuan (POSK) (S-1) per calon mahasiswa Rp 200.000
  2. Program Reguler Magister (S-2) per calon mahasiswa Rp 350.000.
  3. Program Non Reguler Magister (S-2) per calon mahasiswa Rp 600.000.
  4. Program Reguler Doktor (S-3) per calon mahasiswa Rp 600.000
  5. Program Pendidikan Dokter Gigi Spesialis per calon mahasiswa Rp 600.000
  6. Program Profesi Akuntan dan Program Profesi Apoteker per calon mahasiswa Rp 200.000
  7. Warga Negara Asing per calon mahasiswa Rp 1.665.000
 
Registrasi
  1. Mahasiswa Baru (S-1) per mahasiswa Rp 350.000
  2. Mahasiswa Program Profesi Akuntansi dan Program Profesi Apoteker Rp 200.000
  3. Mahasiswa Program Pascasarjana
    1. Magister Reguler (per mahasiswa per semester)
      1. Angkatan 2004 s.d.2005 s.d. 2005/2006 Rp 100.000
      2. Angkatan 2006/2007 Rp 150.000
      3. Angkatan 2007/2008 s.d. 2009/2010 Rp 150.000
      4. Angkatan 2010/2011 dstnya Rp 150.000
    2. Magister Non Reguler
      1. Angkatan 2006/2007 Rp 150.000
      2. Angkatan 2007/2008 s.d. 2009/2010 Rp 200.000
      3. Angkatan 2010/2011 dstnya Rp 200.000
    3. Doktor
      1. Angkatan 2004 s.d.2005 s.d. 2005/2006 Rp 100.000
      2. Angkatan 2006/2007 Rp 150.000
      3. Angkatan 2007/2008 s.d. 2009/2010 Rp 150.000
      4. Angkatan 2010/2011 dstnya Rp 150.000
 
Basic Study Skill
Mahasiswa Baru S-1 per mahasiswa Rp 125.000
 
Pembinaan Kemahasiswaan
Mahasiswa Baru S-1 per mahasiswa Rp 350.000
 
Matrikulasi (per mahasiswa)
  • Program Reguler Magister (S-2) Rp 750.000
  • Program Non Reguler Magister (S-2) Rp 750.000
 
Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP)
(per mahasiswa/semester)
  1. Program Sarjana/Profesi
    1. Bidang Ilmu Sosial (Fakultas Ekonomi, Hukum, Isipol, dan Sastra)
      1. Angkatan 2005/2006 s.d. 2007/2008 Rp 600.000
      2. Mahasiswa dari jalur penerimaan JPPB/POSK/ANMPTN Angkatan 2008/2009 dstnya Rp 600.000
      3. Mahasiswa dari Jalur Non Subsidi angkatan 2008/2009 dstnya Rp 1.200.000
      4. Mahasiswa Jalur Susulan Angkatan 2008/2009 Rp 2.000.000
    2. Bidang Ilmu Eksakta
      1. Mahasiswa Profesi Fakultas Kedokteran, MIPA, dan Kedokteran Gigi:
        1. Angkatan 1997/1998 s.d. 1998/1999 Rp 180.000
        2. Angkatan 1999/2000 s.d. 2001/2002 Rp 360.000
      2. Mahasiswa Fakultas Kedokteran, Teknik, MIPA, Peternakan, Kedokteran Gigi, Kesehatan Masyarakat, Ilmu Kelautan dan Perikanan, Kehutanan, dan Farmasi:
        1. Angkatan 2002/2003 Rp 500.000
        2. Angkatan 2003/2004 s.d. 2007/2008 Rp 750.000
        3. Angkatan 2008/2009 dstnya dari Jalur JPPB/ POSK/ UMB/SNMPTN Rp 750.000
        4. Angkatan 2008/2009 dstnya dari Jalur Non Subsidi Rp 1.500.000
        5. Angkatan 2008/2009 dstnya dari Jalur Susulan Rp 2.500.000
      3. Jalur Non Subsidi Kelas Internasional Kedokteran angkatan 2009/2010 dstnya Rp 3.000.000
  2. Warganegara Asing untuk Semua Fakultas (per mahasiswa/ semester)
    1. Angkatan 2004/2005 Rp 16.187.500
    2. Angkatan 2005/2006 Rp 18.500.000
    3. Angkatan 2006/2007 dstnya Rp 27.750.000
  3. Program Profesi Apoteker (PPA) (per mahasiswa/semester)
    1. Program Pendidikan Apoteker Rp 1.500.000
    2. Program Kerjasama Dalam Negeri Rp 2.500.000
  4. Program Profesi Akuntan per mahasiswa/semester Rp 1.000.000
  5. Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) per mahasiswa per semester:
    1. Anestesiologi Rp 5.000.000
    2. Ilmu Bedah Umum Rp 10.000.000
    3. Ilmu Bedah Orthopedi & Traumatologi Rp 10.000.000
    4. Ilmu Bedah Anak Rp 10.000.000
    5. Kardiologi dan Kedokteran Vasculer Rp 10.000.000
    6. Ilmu Kedokteran Jiwa Rp 5.000.000
    7. Ilmu Kesehatan Anak Rp 10.000.000
    8. Ilmu Kesehatan Kulit & Kelamin Rp 5.000.000
    9. Ilmu Kesehatan Mata Rp 10.000.000
    10. Ilmu Kesehatan THT-KL Rp 10.000.000
    11. Obstetri dan Ginekologi Rp 10.000.000
    12. Ilmu Penyakit Dalam Rp 10.000.000
    13. Ilmu Penyakit Syaraf Rp 5.000.000
    14. Patologi Klinik Rp 10.000.000
    15. Patologi Anatomi Rp 5.000.000
    16. Kedokteran Forensik Rp 5.000.000
    17. Radiologi Rp 5.000.000
  6. Program Pascasarjana
    1. Magister Reguler (per mahasiswa/mahasiswa)
      1. Angkatan 2004/2005 s.d. 2006/2007 Rp 2.500.000
      2. Angkatan 2007/2008 s.d. 2010/2011 dstnya Rp 4.000.000
    2. Magister Non Reguler (per mahasiswa/semester)
      1. Angkatan 2006/2007 Rp 4.000.000
      2. Angkatan 2007/2008 s.d. 2010/2011 dtsnya Rp 6.000.000
    3. Doktor (per mahasiswa/semester)
      1. Angkatan 2004/2005 s.d. 2006/2007 Rp 3.500.000
      2. Angkatan 2007/2008 s.d. 2010/2011 dtsnya Rp 6.500.000
  7. Program Reguler Sore
    1. Fakultas Bidang Ilmu Sosial Angkatan 2004/2005 s.d. 2007/2008:
      1. SPP per mahasiswa/semester Rp1.000.000
      2. SKS per mahasiswa/SKS Rp 40.000
    2. Fakultas Bidang Ilmu Eksakta Angkatan 2004/2005 s.d. 2007/2008
      1. SPP per mahasiswa/semester Rp 1.500.000
      2. SKS per mahasiswa/SKS Rp 50.000
  8. Program Magister Kenotariatan per mahasiswa/semester Rp 7.000.000
  9. Program Pendidikan Dokter Gigi Spesialis per mahasiswa per mahasiswa Rp 6.000.000
  10. Program Studi Lanjutan Program Sarjana Fakultas Teknik per mahasiswa/semester Rp 2.500.000
 
Biaya Operasional Pendidikan (per mahasiswa/semester)
  1. Program Studi Keperawatan dan Fisioterapi Rp 2.250.000
  2. Program Pendidikan Dokter Gigi Spesialis Rp 500.000
 
Sumbangan Pelaksanaan Program Pendidikan (SP3) per mahasiswa:
Program Spesialis Fakultas Kedokteran Gigi Rp 25.000.000
 
Praktikum
Program Sarjana Fisika Reguler B per mahasiswa/semester Rp 1.750.000
 
Kuliah Kerja Nyata (semua fakultas, per mahasiswa) Rp 650.000
 
Wisuda (semua program studi per mahasiswa) Rp 250.000
 
Legalisir
  1. Ijazah
    1. Ijazah (Bahasa Indonesia) per lembar Rp 5.000
    2. Transkrip Nilai (Bahasa Indonesia) per lembar Rp 5.000
  2. Terjemahan
    1. Ijazah (Bahasa Inggris) per lembar Rp 50.000
    2. Transkrip Nilai (Bahasa Inggris) per lembar Rp 100.000
 
Sewa
  1. Layanan Asrama Mahasiswa Unit I, III, dan III per orang/tahun Rp 1.650.000
  2. Layanan Rusunawa untuk Mahasiswa :
    1. Blok Satu (per kamar per bulan)
      1. Lantai I Rp 700.000
      2. Lantai II Rp 1.300.000
      3. Lantai III Rp 650.000
      4. Lantai IV Rp 600.000
      5. Lantai V Rp 600.000
    2. Blok Dua (per kamar per bulan)
      1. Lantai I Rp 700.000
      2. Lantai II Rp 700.000
      3. Lantai III Rp 650.000
      4. Lantai IV Rp 600.000
      5. Lantai V Rp 600.000
    3. Gedung A (per kamar per bulan)
      1. Tipe I Rp 600.000
      2. Tipe II Rp 500.000
    4. Gedung B (per kamar per bulan) Rp 500.000
    5. Gedung C (per kamar per bulan) Rp 500.000
    6. Gedung D (per kamar per bulan)
      1. Tipe I Rp 600.000
      2. Tipe II Rp 500.000
  3. Tiket Masuk Kolam Renang (per orang)
    1. Mahasiswa Unhas Rp 3.000
    2. Umum
      1. Hari Kerja (Senin s.d. Jumat)
        1. Anak-anak Rp 5.000
        2. Dewasa Rp 10.000
      2. Hari Libur, Sabtu, dan Minggu
        1. Anak-anak Rp 7.500
        2. Dewasa Rp 12.500
  4. Penggunaan Fasilitas Auditorium dalam rangka Menunjang Tri Darma Perguruan Tinggi oleh pijak lain per hari Rp 10.000.000
  5. Penggunaan Ruangan/Tempat untuk Menunjang Pelayanan Mahasiswa :
    1. ATM per tahun Rp 6.000.000
    2. Bank per tahun Rp 16.000.000
    3. Kantin per bulan Rp 240.000

Rabu, 18 April 2012

Subhanallah..

Assalammu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

**BUKANKAH ALLAH CUKUP MELINDUNGI HAMBANYA**


Bismillahirrahmannirrahim


Anakku terkasih ...
Puaslah dengan kecukupan dari Allah , niscaya Allah akan memberikan kecukupan kepadamu dari semua kecukupan, karena sesungguhnya Allah Maha menang atas urusan-Nya, tiada seorangpun yang dapat mengalahkan-Nya .. Bertawakallah kepada -Nya , Karena sesungguhnya Dia hidup kekal , tidak mati sedang selain dari Nya past mati

Anakku ....
Bukankah Allah telah memberi perlindungan yang cukup pada Nabiyullah Ibrahim, saat ia dilemparkan kedalam api besar , maka Allah menjadikan api itu sejuk dan membawa keselamatan bagi Nabiyullah Ibrahim ?

Bukankah Allah telah melindungi Rasulullah dalam setiap pertempuran ?
Menyelamatkan Beliau dari perbagai tipu muslihat orang orang Kafir dan munafik ?
dan menghibur Hati Rasulullah dalam kesendirian , meneguhkan hati beliau saat ketakutan dan meneguhkan kekuatannya salam berbagai petaka ?

Duhai Buah hatiku ...
cobalah renungkan ...

Allah senantiasa memperkenankan Do'a do'a dari hamba hambaNya yang menunggu di pintu pintu Rahmat-Nya

Allah senantiasa memberikan perlindungan bagi mereka yang memohon PerlindunganNya

dan Allah senantiasa memberi Hamba2 Nya tat kala Hamba2Nya memohon dan meminta kepada-Nya

Allah memberikan kekayaan dan kemiskinan, menghidupkan dan mematikan , mengangkat dan memecat, menimpakan penyakit dan menyembuhkannya serta memberikan cobaan dan membebaskannya

Demi AsmaNya , Ayah meminta kepadamu duhai buah hatiku
Ketuklah Pintu-Nya dan Hadapkanlah dirimu kepada-Nya, pelajarilah Kitab-Nya dan bertemanlah dengan kekasih kekasih Nya

Manakala engkau duhai Buah Hatiku telah melakukannya niscaya engkau akan menemukan kemudahan dan kemenangan dan InsyaAllah akan memperoleh pahala serta keberhasilan yang gemilang...

Duhai Anakku...
Pernahkah engkau melakukan Shalat dua Raka'at dengan mencurahkan air mata ?
Ketahuilah bahwa hidup tanpa ruku sama dengan kehancuran dan usia tanpa air mata sama dengan kerugian...

Belindunglah selalu kepada Allah Ta'ala anakku dan camkanlah Firman Allah Berikut ....

".... Tiap tiap sesuatu pasti binasa , kecuali Allah, Bagi-Nyalah segala Penentuan dan hanya kepada-Nyalah kamu dikembalikan "
(QS. Al Qashash : 88)

Wallahu 'alam

*** Semoga bermanfaat dan mohon maaf bila ada tata kata yang tak berkenan ***

diposkan Oleh BIDADARI PERMATA BENING MENCARI CINTA ILAHI

Jumat, 17 Februari 2012

PUISI LAMA

 
PUISI LAMA
Puisi adalah bentuk karangan yang terkikat oleh rima, ritma, ataupun jumlah baris sertaditandai oleh bahasa yang padat. Menurut zamannya, puisi dibedakan atas puisi lama dan puisi baru.A.
PUISI LAMA
Puisi lama adalah puisi yang terikat oleh aturan-aturan. Aturan- aturan itu antara lain :
Jumlah kata dalam 1 baris
Jumlah baris dalam 1 bait
Persajakan (rima)
Banyak suku kata tiap baris
Irama
1. Ciri-ciri Puisi Lama
Ciri puisi lama:a) Merupakan puisi rakyat yang tak dikenal nama pengarangnya b) Disampaikan lewat mulut ke mulut, jadi merupakan sastra lisanc) Sangat terikat oleh aturan-aturan seperti jumlah baris tiap bait, jumlah suku katamaupun rima
2. Jenis Puisi Lama
Yang termasuk puisi lama adalaha) Mantra adalah ucapan-ucapan yang dianggap memiliki kekuatan gaib b) Pantun adalah puisi yang bercirikan bersajak a-b-a-b, tiap bait 4 baris, tiap baristerdiri dari 8-12 suku kata, 2 baris awal sebagai sampiran, 2 baris berikutnyasebagai isi. Pembagian pantun menurut isinya terdiri dari pantun anak, muda-mudi, agama/nasihat, teka-teki, jenakac) Karmina adalah pantun kilat seperti pantun tetapi pendek d) Seloka adalah pantun berkaite) Gurindam adalah puisi yang berdirikan tiap bait 2 baris, bersajak a-a-a-a, berisinasihatf) Syair adalah puisi yang bersumber dari Arab dengan ciri tiap bait 4 baris, bersajak a-a-a-a, berisi nasihat atau ceritag) Talibun adalah pantun genap yang tiap bait terdiri dari 6, 8, ataupun 10 baris
3. Contoh dari Jenis-jenis Puisi Lama
a) MantraAssalammu’alaikum putri satulung besar Yang beralun berilir simayangMari kecil, kemariAku menyanggul rambutmuAku membawa sadap gadingAkan membasuh mukamu b) PantunKalau ada jarum patahJangan dimasukkan ke dalam peti
Kalau ada kataku yang salahJangan dimasukan ke dalam hatic) KarminaDahulu parang, sekarang besi (a)Dahulu sayang sekarang benci (a)d) SelokaLurus jalan ke Payakumbuh,Kayu jati bertimbal jalanDi mana hati tak kan rusuh,Ibu mati bapak berjalane) GurindamKurang pikir kurang siasat (a)Tentu dirimu akan tersesat (a)Barang siapa tinggalkan sembahyang ( b )Bagai rumah tiada bertiang ( b )Jika suami tiada berhati lurus ( c )Istri pun kelak menjadi kurus ( c )f) Syair Pada zaman dahulu kala (a)Tersebutlah sebuah cerita (a)Sebuah negeri yang aman sentosa (a)Dipimpin sang raja nan bijaksana (a)g) TalibunKalau anak pergi ke pekanYu beli belanak pun beli sampiranIkan panjang beli dahuluKalau anak pergi berjalanIbu cari sanak pun cari isiInduk semang cari dahulu
4. Ciri-ciri dari jenis puisi lama
a) MantraCiri-ciri:

Berirama akhir abc-abc, abcd-abcd, abcde-abcde.

Bersifat lisan, sakti atau magis

Adanya perulangan

Metafora merupakan unsur penting

Bersifat esoferik (bahasa khusus antara pembicara dan lawan bicara) danmisterius

Lebih bebas dibanding puisi rakyat lainnya dalam hal suku kata, baris dan persajakan. b) PantunCiri – ciri :

Setiap bait terdiri 4 baris

Baris 1 dan 2 sebagai sampiran

Baris 3 dan 4 merupakan isi

Bersajak a – b – a – b
 

Setiap baris terdiri dari 8 – 12 suku kata

Berasal dari Melayu (Indonesia)c) KarminaCiri-ciri karmina

Setiap bait merupakan bagian dari keseluruhan.

Bersajak aa-aa, aa-bb

Bersifat epik: mengisahkan seorang pahlawan.

Tidak memiliki sampiran, hanya memiliki isi.

Semua baris diawali huruf capital.

Semua baris diakhiri koma, kecuali baris ke-4 diakhiri tanda titik.

Mengandung dua hal yang bertentangan yaitu rayuan dan perintah.d) SelokaCiri-ciri seloka

Ditulis empat baris memakai bentuk pantun atau syair,

 Namun ada seloka yang ditulis lebih dari empat baris.e) GurindamCiri-ciri gurindam

Baris pertama berisikan semacam soal, masalah atau perjanjian

 baris kedua berisikan jawabannya atau akibat dari masalah atau perjanjian pada baris pertama tadi.f) Syair Ciri-ciri syair 

Terdiri dari 4 baris

Berirama aaaa

Keempat baris tersebut mengandung arti atau maksud penyair g) TalibunCiri-ciri:

 Jumlah barisnya lebih dari empat baris, tetapi harus genap misalnya 6, 8, 10dan seterusnya.

 Jika satu bait berisi enam baris, susunannya tiga sampiran dan tiga isi.

 Jika satu bait berisi delapan baris, susunannya empat sampiran dan empat isi.

Apabila enam baris sajaknya a – b – c – a – b – c.

Bila terdiri dari delapan baris, sajaknya a – b – c – d – a – b – c – d